Usai mengendus keberadaan Asworo, Tim Rimau Polda Sumsel yang berjumlah 10 orang langsung terjun ke Lampung untuk menangkap Asworo. Banyak lika liku yang dialami saat harus menangkap Asworo, selain itu Asworo juga tergolong lincin dengan berpindah pindah kosan di Lampung dan sempat menjadi kendala.
Namun dengan suport dan motivasi Kapolda Sumsel Irjen Agung Budi Maryoto dan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel Kombes Prasetijo Utomo. Tim yang dipimpin oleh Kasubdit III Jatanras AKBP Erwin dan Kanit I Kompol Antoni Hadi, akhirnya mampu mengakhiri pelarian Asworo yang saat ini menjadi tersangka tunggal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditambahkan Prasetijo, berbagai upaya dilakukan untuk mengungkap misteri kematian Chatarina selama 11 hari Tim Rimau berada di Lampung. Bahkan, mereka harus rela meninggalkan anak isteri mereka demi mengungkap kasus ini.
Beruntung, kerja keras Tim Rimau membuahkan hasil dan berhasil menangkap Asworo pada Senin (12/6), sekitar pukul 14.30 WIB di sebuah kos-kosan di daerah Bandar Lampung. Keberadaan Asworo di Lampung terungkap setelah pihak kepolisian memeriksa CCTV di ATM tempat Asworo mengambil uang tunai di rekening Chatarina.
"Kita cek CCTV di ATM tempat Asworo ambil uang di Lampung, dan memang itu dia yang ambil. Dari CCTV itu kita lakukan pengembangan terhadap keberadaan Asworo, hingga akhirnya tertangkap kemarin," Tutup Prasetijo.
Atas penangkapan ini, direncanakan besok (14/5) Kapolda Sumsel akan merilis hasil penangkapan ini. (rvk/nvl)











































