Marak Rampok Bersenpi Rakitan, Polisi: Waspadai Peredaran Peluru

Dwi Andayani - detikNews
Selasa, 13 Jun 2017 12:57 WIB
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto (Dwi Andayani/detikcom)
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto (Dwi Andayani/detikcom)
Jakarta - Pelaku perampokan menggunakan senapan api (senpi) untuk melukai korban yang melawan. Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan para pelaku kejahatan tersebut menggunakan senpi rakitan atau hasil selundupan.

"Terkait penggunaan senpi, senpi banyak jenisnya. Sementara yang digunakan penjahat itu adalah rakitan atau pabrikan tapi hasil selundupan. Itu senjata gelap," kata Setyo di kantornya, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (13/6/2017).

Kasus perampokan dengan pelaku yang membawa senpi ini terjadi di antaranya di Daan Mogot, Jakarta Barat, dan Tangerang beberapa waktu lalu. Dua orang tewas karena ditembak pelaku.

Baca Juga: Polisi: Perampok Gunakan Senjata Rakitan atau Selundupan

Setyo mengatakan senjata yang dipakai para pelaku tidak terdaftar. Senjata mereka berbeda dengan yang dipakai oleh anggota Polri yang terdaftar.

"Saya boleh pastikan bahwa pelaku-pelaku kejahatan tidak mungkin menggunakan senjata terdaftar. Senjata terdaftar sudah ada identifikasi mengenai laras dan proyektilnya," ujarnya.

Dia mengatakan para pelaku berupaya mendapatkan senpi tersebut dengan beragam cara dan tempat. Dia mengatakan ada satu daerah di Sumatera yang terdapat banyak perajin senpi.

"Salah satu daerah di Sumatera yang menjadi semacam perajin senpi. Mereka mengambil bahan-bahan tertentu dari logam, lalu dirakit jadi senjata rakitan. Tinggal mencari peluru atau amunisi. Yang perlu diwaspadai peredaran amunisi dan penggunaan dari senjata rakitan itu," ucap dia.

Terkait dengan peristiwa perampokan yang terjadi di SPBU Daan Mogot, Jakbar, Setyo meminta warga tidak ragu meminta pengawalan polisi ketika membawa uang banyak. Dia juga mengimbau warga lebih berhati-hati dengan modus operandi para pelaku seperti modus gembos ban dan mengantisipasi kejahatan dengan mencari lokasi aman.

"Saya sudah imbau kepada masyarakat yang akan membawa uang silakan melapor ke polsek terdekat atau polres untuk meminta keamanan. Kedua, pada saat di bank membawa uang banyak kita juga waspada terhadap modus. Modus-modusnya supaya dipahami seperti modus gembos ban. Kemudian memberitahukan ada ban kempis padahal nggak kempis, itu kita harap berhenti di polsek dan polres terdekat," tuturnya. (jbr/dha)