Menurut Djarot, pembangunan RPTRA ke depan tidak lagi bergantung pada jumlah kelurahan. Yang akan menjadi patokan, ucap Djarot, adalah kepadatan penduduk di suatu kawasan.
"Harus kita dorong pembangunan RPTRA ke tempat padat, di kelurahan bisa dua sampai tiga. Bisa juga nggak ada RPTRA kalau memang nggak perlu, contoh di Kelurahan Gelora. Kita ubah 1 RW yang padat 1 RPTRA. Target tahun ini akan ada 286 RPTRA," kata Djarot di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (13/6/2017).
Djarot saat di RPTRA (Rachman Haryanto/detikcom) |
Djarot sempat menyinggung soal Perda RPTRA yang pernah dia wacanakan. Menurutnya, tidak penting perda tersebut akan terbit pada bulan Oktober atau tidak. Sebab, lanjut Djarot, pembahasan perda tersebut akan tetap berlanjut hingga bulan Desember nanti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terakhir, Djarot menyebut RPTRA merupakan program berkelanjutan yang tidak bisa ditinggalkan begitu saja pembangunannya dalam satu atau dua tahun. Sebab, lanjut Djarot, RPTRA adalah sarana untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Jakarta. (bis/dnu)












































Djarot saat di RPTRA (Rachman Haryanto/detikcom)