Memanas! AS Bombardir Penyimpanan Rudal Iran Selama 90 Menit

Memanas! AS Bombardir Penyimpanan Rudal Iran Selama 90 Menit

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Rabu, 15 Jul 2026 21:37 WIB
Tangkapan layar dari video yang diperoleh dari media sosial pada 15 Juli menunjukkan pemandangan sesaat sebelum apa yang dikatakan Komando Pusat AS sebagai serangan AS terhadap Iran, dalam gambar ini yang diperoleh dari media sosial. (Komando Pusat A
Tangkapan layar dari video yang diperoleh dari media sosial pada 15 Juli menunjukkan pemandangan sesaat sebelum apa yang dikatakan Komando Pusat AS sebagai serangan AS terhadap Iran. (U.S. CENTRAL COMMAND via REUTERS/U.S. CENTRAL COMMAND)
Jakarta -

Militer Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa mereka telah menyelesaikan serangkaian serangan selama 90 menit terhadap Iran. Serangan terbaru ini menyasar lokasi penyimpanan dan peluncuran rudal Iran.

"CENTCOM meluncurkan amunisi presisi terhadap sistem pertahanan pantai dan lokasi penyimpanan dan peluncuran rudal jelajah di Pulau Greater Tunb selama gelombang serangan 90 menit tersebut. Serangan tersebut semakin melemahkan kemampuan Iran untuk menyerang kapal dagang di Selat Hormuz," kata Komando Pusat AS dilansir CNN, Rabu (15/7/2026).

Pulau Greater Tunb adalah salah satu pulau kecil yang terletak di dekat pintu masuk barat Selat Hormuz. Dilaporkan pentingnya beberapa pulau pada bulan Maret, termasuk Greater Tunb, yang disebut oleh seorang peneliti sebagai "benteng pertahanan" Iran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Serangan dimulai pukul 06.00 pagi waktu setempat dan selesai pukul 07.30 pagi, kata militer AS. Komando Pusat as juga memposting video yang tampaknya menunjukkan pencitraan termal dari serangan tersebut.

Sementara itu, lebih dari 260 orang terluka dalam serangan AS baru-baru ini terhadap Iran, kata Kementerian Kesehatan negara itu hari ini.

Ini termasuk setidaknya tiga wanita dan enam anak-anak, menurut Hossein Kermanpour, juru bicara Kementerian Kesehatan.

"Sejauh ini, 222 dari korban luka telah dirawat dan dipulangkan," tambahnya.

Kermanpour mengatakan luka-luka tersebut diderita selama "gelombang serangan terbaru terhadap Iran," tetapi tidak menyebutkan jangka waktu yang tepat. CNN tidak dapat memverifikasi angka tersebut secara independen.

Sebelumnya hari ini, juru bicara pemerintah Iran Fatemeh Mohajerani mengatakan lebih dari 30 warga sipil telah tewas dalam serangan AS di wilayah selatan Iran dalam beberapa hari terakhir.

Sementara itu, setidaknya tujuh personel militer Iran tewas dalam serangan AS semalam yang menargetkan pangkalan militer di tenggara negara itu, kata tentara Iran.

Simak juga Video 'Ditanya Sampai Kapan Serang Iran, Trump: Lanjut Hingga Kubilang Cukup':

Halaman 2 dari 2
(rfs/wnv)


Berita Terkait