Kepada WNI di Selandia Baru, Tantowi mengingatkan bahwa saat ini Indonesia sedang dilanda perang proxy (proxy war). Peran ini dimainkan oleh kelompok atau kekuatan tertentu melalui tangan-tangan yang ada di dalam masyarakat Indonesia sendiri.
"Tujuan perang proxy cuma satu; memecah belah kita. Jangan kita terseret dalam perang proxy ini," kata Tantowi saat berbicara di hadapan 200 WNI di KBRI Wellington, Minggu (11/6/2017) seperti keterangan tertulis yang diterima detikcom.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Dokumentasi KBRI Wellington |
"Kita harus sadar bahwa sesungguhnya kita sedang dijadikan alat oleh kekuatan tersebut. Negara sekuat Indonesia hanya bisa dicaplok jika rakyatnya tercerai berai dan saling berhadap-hadapan," tambah dia.
Politikus Partai Golongan Karya itu meminta WNI di Selandia Baru memanfaatkan bulan suci Ramadan ini untuk memperkuat kesatuan dan persatuan dengan meningkatkan silaturahmi dan toleransi. Selain umat Muslim acara buka puasa bersama itu juga dihadiri WNI beragama Kristen.
Tantowi pun mengapresiasi kehadiran warga kristiani tersebut yang menandai rasa hormat dan toleransi antar umat beragama di kalangan warga negara Indonesia di Selandia Baru.
Kegiatan buka puasa dan taraweh keliling (Tarling) di Selandia Baru dilakukan setiap minggu dilaksanakan oleh Umat Muslim Indonesia (UMI) dengan tempat yang berpindah-pindah.
Tarling di KBRI malam ini terasa istimewa karena dihadiri oleh belasan pengurus Persekutuan Kristiani Indonesia Wellington (Perkiwi). (erd/imk)











































Foto: Dokumentasi KBRI Wellington