"Kalau orang partai ketemu ya ngomongin macam-macam. Kenapa sekarang gaduh, kenapa sekarang terjadi kesenjangan, lain-lain. Semua juga dibahas. Orang ketemu masak nggak ngomong, itu gunanya silaturahim," ujar Zulkifli di kediamannya, Jalan Widya Chandra IV No 16, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (8/6/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apakah pemilu ini sudah bener sesuai Pancasila, apakah sudah sesuai, apa perlu diluruskan kembali. Sekarang kok menang-menangan, kok biayanya mahal," katanya.
Zulkifli bertemu dengan pimpinan parpol di kediamannya agar terjalin komunikasi. Harapannya, perbedaan pendapat dalam diskusi tersebut tidak terbawa hingga ke masyarakat.
"Diskusi itu beda pendapat nggak apa-apa. Begitu keluar dari sini, kita mengademkan masyarakatnya. Jangan di luar marahnya. Karena itu MPR tanggal 13 ada pertemuan tokoh-tokoh. Semua kita ajak omong, boleh marah di MPR. Tapi, begitu keluar, menenangkan warganya masing-masing," imbuhnya.
Harapannya, kerukunan terjalin sehingga pemerintah dapat bekerja dengan baik. "Kalau pemerintah kerja dengan baik, pembangunan berhasil, kita yang senang semuanya," tuturnya.
Zulkifli enggan menanggapi lebih terperinci apakah pertemuan dengan petinggi Parpol tersebut terkait pembahasan Rancangan Undang-Undang Pemilu. "Pilpres kan nanti 2019," singkatnya.
Zulkifli juga enggan menyebut siapa saja pimpinan partai yang hadir dalam acara tersebut. "Kemarin buka bersama, ya partai-partai, banyaklah, hampir 60 orang. Hampir semua, ada yang datang, ada yang nggak. Banyaklah, masak disebutin satu per satu," pungkasnya. (nvl/imk)











































