"Kita sudah sepakat untuk makamkan almarhum di Kupang pada Sabtu nanti," kata ayah angkat Fransisco, Tito Sucipto, kepada detikcom, Kamis (8/6/2017).
Tito juga mengatakan bila orang tua kandung Fransisco kemungkinan tidak bisa hadir. Orang tua kandung Fransisco itu berada di distrik Los Palos, Timor Leste.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu dari pantauan di rumah duka, ratusan pelayat dan rekan almarhum telah ramai berdatangan. Mereka melakukan doa bersama dan membawa sejumlah karangan bunga. Tampak pula 2 anggota polisi berdiri siaga dengan memegang senjata laras panjang di depan rumah duka.
Aiptu Fransisco sebelumnya sempat menjalani perawatan selama 30 jam di Rumah Sakit Bhayangkara Kupang dan menghembuskan nafas terakhir pada pukul 15.22 Wita, Rabu (7/6) kemarin.
Aiptu Fransisco diduga menembak dirinya sendiri di rumahnya. Saat dibawa ke rumah sakit Aiptu Fransisco masih hidup.
"Dugaan menembak diri yang dilakukan anggota Polres Kupang Kota Aiptu Fransisco De Araujo, Kanit PAM Obvit Polres," kata Kabid Humas Polda NTT AKBP Jules Abast saat dikonfirmasi terpisah.
2 polisi bersenjata di depan rumah duka (Foto: Petrus Ola/detikcom) |
Peristiwa ini menurut Jules mulanya diketahui saksi Saladin yang mendengar suara tembakan sekitar pukul 07.30 Wita di rumah Aiptu Fransisco, Jl Nangka, Oebobo, Kupang. Saksi bergegas memanggil tetangganya.
"Kemudian anggota Paminal Polres Kupang Kota bersama warga sekitar masuk ke dalam rumah dan mendobrak pintu kamar korban dan setelah berhasil membuka pintu korban sudah tergeletak di atas tempat tidur dengan kondisi bersimbah darah di bagian kepala dan saat itu masih bernapas," terangnya.
Aiptu Fransisco langsung dibawa ke RS Bhayangkara Kupang. Sedangkan senjata api yang digunakan, ditemukan di lantai. (dhn/dhn)












































2 polisi bersenjata di depan rumah duka (Foto: Petrus Ola/detikcom)