Dikantongi Orang Jakarta, Ini Sejarah Desain Sepatu Onitsuka Tiger

Andi Saputra - detikNews
Selasa, 06 Jun 2017 11:52 WIB
Produk sepatu Onitsuka Tiger (dok.onitsukatiger.com)
Produk sepatu Onitsuka Tiger (dok.onitsukatiger.com)
Jakarta - Dua orang Jakarta Theng Tjhing Djie dan Liog Hian Fa mengantongi ASICS TIGER, termasuk turunannya sebagai pemilik desain merek kenamaan itu. Adapun pemilik 'asli' merek dari Jepang itu, ASICS Corporation harus merelakan gugatannya kandas di tingkat kasasi.

Berdasarkan dokumen putusan kasasi yang dikutip dari website MA, Selasa (6/6/2017), nama Onitsuka merupakan nama yang diambil dari pendirinya, Kihachiro Onitsuka pada 1949. Perusahaan itu bergabung dengan GTO Co Ltd dan Jelenk LTD menjadi ASICS Corporation pada 1977.

ASICS sendiri merupakan akronim dari Anima Sana In Corpore Sano. Kalimat itu berasal dari bahasa latin: Men Sana In Coopore Sano (di tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat). Kata 'men' kemudian diubah dengan kata 'anima' yang berarti kekuatan/semangat lahiriah. Pengubahan kata itu atas ide ahli linguistik Mr Hiromi Marsushima.
Dikantongi Orang Jakarta, Ini Sejarah Desain Sepatu Onitsuka Tiger

"Kata-kata ini meninggalkan kesan yang mendalam pada Onitsuka dan menjadi motivasi baginya unutk menciptakan sepatu olah raga yang baik untuk meningkatkan kesehatan pemuda-pemudi melalui olahraga," ujar ASICS Corporation.

Kata Tiger juga menempel di logo ASICS TIGER. Kata 'tiger' melambangkan kecepatan dan kekuatan. Merek itu telah terdaftar di Jepang sejak 1972. Pada 1968, ASICS TIGER menyeponsori Olimpiade Meksiko.

Logo ASICS dibuat oleh desainer grafis asal Amerika Serikat, F Lubalin pada 1977. Lubalin bekerja untuk Jepang Design Centre dan kantor desain PAOS, Tokyo. Desain itu berupa penciptaan seni lukis logo setrip, logo a dan kata ASICS/ASICS TIGER berserta variasinya.

Di sisi lain, Indonesia telah meratifikasi Bern Convention melalui Keppres Nomor 18 Tahun 1997 yang mengatakan perlindungan hak cipta atas ciptaan yang telah dipublikasikan di negara anggota Bern Convention, maka secara simultan harus diakui oleh negara anggota Bern Convention.

"Dengan demikian, pemerintah Indonesia harus mengakui kepemilikan hak cipta penggugat (ASICS Corporation)," ujar pihak ASICS Corporation.
Dikantongi Orang Jakarta, Ini Sejarah Desain Sepatu Onitsuka Tiger

Menurut pihak ASICS Coorporation, pelanggaran di atas memberikan dampak negatif dari dunia internasional terhadap penegakan hukum di Indonesia, khususnya hak cipta. Sehingga berakibat pada mengurangi minat investasi asing yang ingin berusaha membuka lapangan pekerjaan di Indonesia.

Namun, seluruh alasan ASICS Corporation itu ditolak MA. Alhasil, Theng Tjhing Djie dan Liog Hian Fa yang memegang lisensi tersebut di Indonesia. (asp/fdn)