Bapak mertua Firdaus, Edi, membenarkan menantunya bernama Mochammad Jaelani Firdaus asal Bekasi. Ia menikah dengan anaknya sekitar 3 tahun lalu di Kota Serang.
Informasi mengenai sang menantu yang menjadi salah satu buron kepolisian Filipina juga baru diketahui siang tadi. Dia mengaku awalnya sama sekali tidak mengerti apa-apa soal urusan Firdaus itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Edi mengaku shock begitu mendengar menantunya menjadi salah satu yang dicari oleh kepolisian Filipina karena dugaan aktivitas terorisme di Filipina Selatan. Sebab, selama ini anaknya memberi tahu bahwa sang suami izin kerja untuk beberapa waktu.
"Saya juga shock ini, bingung. Kata istrinya sih mau kerja saja. Itu kata istrinya," tutur Edi.
Sebelumnya, Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul mengatakan ada tujuh WNI yang diduga bergabung dengan jaringan teroris di Filipina Selatan. Ketujuh orang tersebut saat ini sedang dicari-cari oleh Philippine National Police (PNP).
"Atas nama Al-Ikhwan Yushel berangkat ke Filipina tanggal 28 Maret 2017. Atas nama Yayat Hidayat berangkat ke Filipina pada tanggal 15 April 2017 bersama Anggara Suprayogi dan atas nama Yoki berangkat ke Filipina tanggal 4 Maret 2017," terang Martinus pada Rabu (31/5) kemarin.
Martinus melanjutkan Mochammad Jaelani dan Muhamad Gufron berangkat ke Filipina pada 7 Maret 2017. Terakhir, Muhamad Ilham berangkat ke Filipina pada 29 November 2016. (bri/elz)











































