"Intelijen BIN, BAIS dilibatkan. Semua di bawah BNPT, tapi bukan berarti BIN menjadi bawahan BNPT, tapi penugasan intelijen dari BIN itu koordinasi BNPT," kata Syafii di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (31/5/2017).
Syafii mengatakan fungsi koordinasi itu bukan berarti lembaga-lembaga lain berada di bawah BNPT. Nantinya, BNPT akan berfungsi sebagai 'induk' dari pemberantasan terorisme.
"Koordinasi bukan berarti di bawah BNPT, tapi kapan polisi itu bertugas. BNPT meminta kepada kepolisian untuk mengirim pasukan. Pasukan TNI yang akan memberantas teroris itu dikirim, dikoordinasikan oleh BNPT. Jadi mereka ada pada induknya ketika berurusan dengan teroris koordinasinya di bawah BNPT," ucap politikus Gerindra ini.
Apakah itu berarti anggaran TNI dalam memberantas terorisme berada di bawah BNPT?
"Ya kalau mereka yang operasional, mereka yang pegang dananya," tutur Syafii. (imk/erd)











































