Rapat paripurna istimewa ini dipimpin oleh Ketua DPRD DKI, Prasetio Edi Marsudi di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (31/5/2017). Awalnya, interupsi datang dari anggota Fraksi PDIP, Jhonny Simanjuntak.
Paripurna Istimewa DPRD DKI / Foto: Nathania Riris Michicco/detikcom |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan berat dan menghargai langkah politik Basuki dengan mengundurkan diri, demi Jakarta lebh baik dan tenteram," kata Jhonny.
Setelahnya, ada interupsi dari anggota Fraksi Golkar yaitu Nurdin Akbar Lubis. Kemudian, masih ada beberapa anggota yang ingin mengajukan interupsi.
Namun, Prasetio meminta interupsi dicukupkan. "Cukup, cukup," kata Prasetio.
Paripurna Istimewa DPRD DKI / Foto: Nathania Riris Michicco/detikcom |
Celetukan lalu datang dari politikus NasDem, Bestari Barus. Dia meminta agar paripurna ini dipercepat saja.
"Mohon dipercepat pimpinan karena kita ada agenda selanjutnya, buka puasa," ucap Bestari.
Sejumlah anggota DPRD DKI bersorak saat mendengar perkataan Bestari. Tak lama kemudian, rapat paripurna istimewa ditutup. (imk/fdn)











































Paripurna Istimewa DPRD DKI / Foto: Nathania Riris Michicco/detikcom
Paripurna Istimewa DPRD DKI / Foto: Nathania Riris Michicco/detikcom