"Iya memang kegiatan di PSW (Pedestrian Sudirman Walk) ditiadakan selama satu bulan ke depan. Ini untuk menjaga kekhusyukan masyarakat kota Palembang saat berbuka, tarawih dan tadarus malam selama puasa," ujar Kadis Pariwisata kota Palembang Isnaini Madani kepada detikcom di Palembang, (28/5/2017).
Dikatakan Madani, kesepakatan untuk ditiadakannya aktivitas atraksi, festival musik dan kuliner setelah Dinas Pariwisata melakukan rapat bersama dengan MUI kota Palembang, Ulama, komunitas dan Organisasi Perangkat Daerah terkait. Namun demikian, pihaknya tetap mentolerir aktifitas masyarakat di kawasan tersebut sepanjang tidak melanggar aturan Pemerintah Kota Palembang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Andaikan ke depan ada masyarakat yang memanfaatkan jalur pedestrian untuk berdagang dan aktivitas lain, dirinya akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Termasuk Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), sebagai yang bertanggung jawab melakukan penertiban dan penegakan aturan kota.
Di sisi lain, Rian Ewinsy saat dijumpai di Sudirman Walk berharap, aktivitas di Sudirman Walk tetap berjalan seperti biasa. Namun konsep kegiatan diubah menjadi pasar kuliner sebagai tempat ngabuburit.
"Ya seharusnya jangan ditiadakan, tapi diubah konsepnya seperti tempat ngabuburit gitu. Jualan kuliner dan buku-buku islami kan bagus juga, tapi cuma sampai habis berbuka saja," terang Rian.
Dari pantauan detikcom, meski aktivitas di PSW ditiadakan, antusias masyarakat tetap seperti biasa. Terlihat masih banyak masyarakat yang memanfaatkan kawasan ini untuk sekedar nongkrong, berfoto dan tempat ngabuburit. (rvk/jbr)











































