Mediasi First Travel dengan Calon Jemaah Umrah Berlangsung Panas

Mediasi First Travel dengan Calon Jemaah Umrah Berlangsung Panas

Parastiti Kharisma Putri - detikNews
Senin, 22 Mei 2017 16:17 WIB
Mediasi First Travel dengan Calon Jemaah Umrah Berlangsung Panas
Foto: Parastiti Kharisma Putri /detikcom
Jakarta - Proses mediasi First Travel dengan calon jemaah umrah yang menunggu kepastian pemberangkatannya berlangsung panas. Jemaah yang hadir dalam mediasi tersebut tak tahan meluapkan kekesalan.

"Mohon maaf aja ni Pak, apakah (First Travel) kolaps atau gimana, Pak? Jadi biar kami nggak bingung, gitu aja. Kami ini butuh kejelasan, kalau kolaps nanti takutnya duitnya nggak dibalikin lagi, ibadah loh ini, Pak, ini suara hati kita. Kalau emang sudah nggak sanggup, pulangin (duitnya) dengan perincian yang detail, jangan dipermainkan. Waktu (ke sini habis) bolak-balik, hati nuraninya mana? Jangan selalu bilang akan berangkat, uang orang itu juga pasti susah payah dapatnya, pingin ibadah," kata salah seorang jemaah kepada perwakilan First Travel di kantor First Travel, gedung GKM Green Tower, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Senin (22/5/2017).

Perwakilan jemaah yang hadir dalam pertemuan tersebut meminta Deski, selaku pihak yang bertanggung jawab dari First Travel, memberikan solusi. Bahkan ada yang mengutarakan pendapat dengan penuh emosi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini Bapak lihat di kertas ini ditulis tanggal berapa saya diberangkatkan? Jam berapa?" kata seorang bapak sambil menunjuk kertas yang menerangkan waktu keberangkatannya, dengan nada suara yang tinggi.

Mendengar pernyataan tersebut, emosi Deski pun ikut tersulut. "Ini, Pak, ini sama Bapak sudah ditulis belum?" kata Deski sambil menunjuk kertas lainnya.

Mediasi First Travel dengan Calon Jemaah Umrah Berlangsung PanasFoto: dok. Istimewa

Sebelumnya Deski memang sempat meminta calon jemaah menuliskan nama-nama mereka di salah satu kertas. Karena suasana mediasi yang berlangsung panas, jemaah lainnya pun turut membantu menenangkan jemaah yang sedang meluapkan emosi. Mediasi pun sempat terhenti saat Deski keluar dari ruangan mediasi untuk melaksanakan salat.

Namun sejumlah jemaah ternyata memaksa masuk ke ruangan mediasi saat perwakilan jemaah sedang menunggu Deski. Petugas keamanan pun tidak dapat membendung calon jemaah yang memaksa masuk. Karena situasi ruangan mediasi yang sangat padat oleh calon jemaah, Deski pun memutuskan memberikan jawaban kepada calon jemaah melalui meja customer service. Deski juga meminta calon jemaah dari tiap agen menuliskan namanya di sebuah kertas.

Ada juga jemaah yang memutuskan meminta uang kembali (refund). Calon jemaah lainnya pun bercerita bahwa mereka sudah meminta uang kembali sejak beberapa bulan yang lalu dan hingga saat ini uang tersebut belum juga diterima. (nvl/tor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads