Isu Geng Motor di Jagakarsa, Polisi: Kami Patroli Terus

Isu Geng Motor di Jagakarsa, Polisi: Kami Patroli Terus

Jabbar Ramdhani - detikNews
Sabtu, 20 Mei 2017 23:51 WIB
Isu Geng Motor di Jagakarsa, Polisi: Kami Patroli Terus
Ilustrasi polisi tangkap geng motor (Foto: Dok Humas Polrestabes Bandung)
Jakarta - Isu geng motor berulah di Jagakarsa, Jakarta Selatan menyebar lewat WhatsApp dan media sosial. Isu tersebut sempat membuat masyarakat resah.

Kapolsek Jagakarsa Kompol Prayitno mengatakan anggotanya sudah berkeliling untuk memastikan kondisi aman. Prayitno mengaku pihaknya akan merespons informasi apapun yang beredar untuk memastikan keamanan masyarakat.

"Anggota sudah keliling untuk memastikan kondisi aman, apapun info itu kita tanggapi. Jadi saya pimpin langsung juga ke lapangan. Kalau ada isu, kita datangi, kita cek. Toh nyatanya tidak ada juga. Saya tidak tahu kenapa bisa viral seperti ini," kata Prayitno ketika dikonfirmasi detikcom, Sabtu (20/5/2017) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengatakan, tidak ada geng motor yang berulah di Jagakarsa. Namun, ia mengakui adanya segerombol anak muda yang menggunakan motor kerap berkeliaran di malam libur, tetapi tak sampai melakukan tindak pidana.

"Kalau malam minggu, malam libur kita juga antisipasi karena ada yang naik motor rombongan, lima sampai sepuluh motor. Dan memang kalau malam minggu banyak anak-anak naik motor, tapi apakah itu bisa dikategorikan geng motor? Tapi informasi ini ya malah menambah kewaspadaan kita," ungkapnya.

Polsek Jagakarsa memperketat pengamanan dengan melakukan patroli pada malam hari, terutama pada Sabtu dan Minggu malam. Patroli dilakukan di lokasi rawan trek-trekan.

"Hal ini bisa dicek, anggota saya selalu siaga. Kita kalau Minggu operasi skala sedang tingkat polsek dan skala besar di tingkat Polres. Semua demi ketenteraman warga," ujarnya.

Prayitno mengatakan, selama menjabat sebagai Kapolsek, belum pernah ada tawuran antar-geng motor. Apalagi tawuran tersebut sampai menyebabkan tewasnya seseorang.

"Tidak ada peristiwa tawuran apalagi sampai ada yang meninggal. Kalaupun ada yang meninggal, pasti ada yang lapor juga dan pasti divisum dan autopsi. Sampai hari ini saya juga belum tangani hal seperti itu," tuturnya.

Untuk mengantisipasi dan menetralisir potensi tawuran, pihaknya sudah sering melakukan pertemuan dengan tokoh masyarakat maupun tokoh agama. Polisi juga terus mengimbau kalangan masyarakat, termasuk ke komunitas ojek.

Beberapa hari terakhir, isu geng motor 'Jepang' hendak melakukan sweeping beredar viral di medsos. Dalam broadcast tersebut menyebutkan bahwa geng motor 'Jepang' akan melakukan sweeping di kawasan Depok dan Jagakarsa.

Sebelumya, Kasubag Humas Polresta Depok AKP Firdaus menegaskan bahwa kabar tersebut hoax alias bohong. Ia memastikan situasi di Depok aman terkendali.

Firdaus mengatakan, pihaknya sejauh ini tidak menerima laporan warga Mampang, Depok terkait adanya aksi geng motor. Polresta Depok juga melakukan patroli di lokasi yang disebutkan, namun tidak ada pergerakan dari geng motor seperti yang dimaksud.

"Sudah dipatroli semalam, tidak ada. Meski demikian, kami akan terus melakukan patroli untuk menjaga situasi tetap kondusif menjelang ramadan dan ini bukan hanya terkait geng motor, tetapi juga untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas lainnya," tutupnya. (mei/dkp)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads