Kejiwaan Gribadi, Polisi Pembunuh 7 Nyawa, Normal
Kamis, 28 Apr 2005 11:27 WIB
Pekanbaru - Tidak waras. Itulah kesan yang muncul bila ada kabar seorang polisi tega menghabisi 7 koleganya. Tapi Iptu Gribaldi, pembunuh berantai yang menghebohkan Jambi dan Riau itu secara psikis sehat walafiat.Hasil pemeriksaan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Pekanbaru, Iptu Gribaldi dinyatakan normal. "Kejiwaan tersangka normal," kata Kanit IV Reskrim Polda Riau AKP Aire Darmanto pada detikcom, Kamis (28/4/2005).Ulah tersangka pembunuhan berantai yang memiliki nama lengkap Muhamad Gribaldi Handayani (32) sungguh telah membuat repot teman satu korpsnya. Bayangkan, untuk mengungkap kasusnya, empat Polda 'terpaksa' turun tangan. Polda yang terlibat itu mulai Polda Jambi, Riau, Sumatera Selatan hingga Sumatera Utara.Dari 7 korban perbuatan biadab Gribaldi ini jenazah Yeni Farida yang dibunuh di wilayah Minas, Bengkalis-Riau belum juga ditemukan. Gribaldi yang sempat menjabat Kepala Urusan Informasi Kriminal Telematika Polda Jambi tidak mengingat secara pasti di mana Yeni dibunuhnya.Gribaldi tidak mengingati lokasi pembunuhan Yeni bukan tanpa alasan. Itu merupakan strateginya agar dianggap gila. Untuk membuktikan dia sehat atau tidak, kejiwaan Gribadli pun diperiksakan ke RS Jiwa Pekanbaru. Pemeriksaan ini penting karena dia diduga psikopat atau mengalami kelainan jiwa. Tapi rupanya hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi Gribaldi oke-oke saja.Dari hasil otopsi dan forensik Polda Jambi dan Pusat Labfor Mabes Polri diketahui para korban tewas dengan cara yang sama yaitu ditembak di bagian kepala dan perut, saat sedang membuang air kecil. Para korban sudah kenal baik dengan tersangka dan saat hendak dibunuh tidak ada yang melakukan perlawanan. Pada tubuh seluruh korban ditemukan bekas proyektil jenis peluru yang sama yakni dari pistol Colt 38.
(nrl/)











































