DetikNews
Senin 15 Mei 2017, 23:34 WIB

Soal Uang Rp 5 M, Choel Mallarangeng Mengaku Hadiah Ulang Tahun

Yulida Medistiara - detikNews
Soal Uang Rp 5 M, Choel Mallarangeng Mengaku Hadiah Ulang Tahun Choel Mallarangeng menjalani persidangan. (Hasan Alhabsy/detikcom)
Jakarta - Andi Zulkarnaen alias Choel Mallarangeng disebut mendapatkan uang Rp 5 miliar yang diantar oleh mantan Kepala Biro Keuangan dan Rumah Tangga Kemenpora Deddy Kusdinar dan rekannya, Fakhruddin. Choel mengaku sebelumnya berpikir uang yang dibungkus dalam bingkisan tersebut sebagai hadiah ulang tahun.

"Rp 5 miliar yang dikasih sama Pak Deddy. Saya kan lagi ulang tahun tuh, 28 Agustus 2010, pas ulang tahun ramai di rumah banyak orang segala macam. Tiba-tiba Pak DK itu datang dengan Pak Fakhruddin. Karena Pak Fakhruddin datang, ngobrol sesuatu, terus ngobrol, ramai sekali orang dan keluarga saya. Itu bertepatan dengan anak saya ulang tahun, jadi keponakan-ponakan. Nah, dia ngasih sesuatu, kemudian pulang, saya kira bingkisan," kata Choel seusai sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (15/5/2017).

Ia mengatakan uang tersebut bahkan bukan di dalam kardus, melainkan ditaruh di amplop. "Nggak di kardus. Ini makanya heran-heran. USD 550 ribu itu, USD 100 ribunya itu cuma sedikit. Ditaruh di amplop cokelat dan ditaruh di tas keresek gitu," kata Choel.



Awalnya, dia mengaku bingkisan itu sebagai hadiah ulang tahun. Namun ternyata jumlahnya besar. Dia mengakui ada kesalahan.

"Awalnya saya pikir itu untuk ulang tahun. Ketika saya buka besok paginya, ada istri saya waktu itu, kok jumlahnya banyak banget. Ada yang salah sebenarnya," kata Choel.

"Salahnya saya, mestinya yang paling benar saya lakukan adalah, kalau bisa saya mundurkan waktu, pertama, saya lapor kepada kakak saya. Anak buah lo kirimin saya duit ini. Nomor dua, setelah saya lapor, pasti disuruh balikin kan, selesai. Kakak saya tidak dipidana dan saya tidak dipidana. Itu sudah saya akui itu, saya khilaf menerima uangnya," ujarnya.

Ia mengaku uang tersebut sudah dikembalikan pada Januari 2013 ke KPK sebelum dia dipanggil KPK sejak 2016. Saat ditanya apa hubungannya dengan kasus Hambalang ini, Choel mengaku tidak tahu.

Terkait BAP Deddy, yang menyebut diminta Choel melanjutkan proyek, Choel mengaku tidak tahu. Dia mengatakan beberapa kesaksian yang tercantum pada BAP para saksi sebelumnya adalah palsu.

"BAP-nya salah semua. Ini ada orang yang bikin ngumpulin orang bikin kesaksian palsu berjemaah, itulah yang diakui kemarin," ujar Choel.

Sementara itu, salah satu anggota JPU Asri Irwan menyakini uang itu terkait proyek Hambalang, bukan terkait hadiah ulang tahun.

"Masak hadiah ulang tahun sebesar itu, tidak mungkin," ujar Asri.
(yld/idh)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed