Acara zikir dan doa ini diikuti murid-murid kelas VI, kepala sekolah, dan guru, serta orang tua siswa. Sebelum berdoa dan berzikir, para murid lebih dulu diberi motivasi.
Foto: Dokumentasi SD Perguruan Cikini |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Dokumentasi SD Perguruan Cikini |
Kepala SD Perguruan Cikini Ervin Trisworo mengatakan pemberian motivasi, zikir, dan doa ini rutin digelar setiap tahun menjelang ujian nasional. Pemberian motivasi diberikan kepada siswa kelas VI sebanyak dua kali. Adapun istigasah, zikir, dan doa dilakukan satu kali menjelang UN.
"Tahun ini pemberian motivasi, istigasah, zikir, dan doa dilakukan bersamaan. Diawali dengan motivasi, dilanjutkan zikir dan doa, istigasah bagi muslim, dan bagi nonmuslim juga ada doa," kata Ervin kepada wartawan di SD Perguruan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (10/5/2017).
Foto: Dokumentasi SD Perguruan Cikini |
Menurut Ervin, motivasi diberikan untuk memberikan penguatan kepada para murid agar tak takut menghadapi ujian nasional. "Acara hari ini lebih menyiapkan mental anak-anak bahwa Senin (UN) itu bukan sesuatu yang memberatkan, tapi harus dijalani," tutur dia.
Pihak sekolah sengaja mengundang orang tua murid dalam pemberian motivasi, zikir, doa, dan istigasah hari ini. Harapannya, dengan kehadiran orang tua, murid, dan para guru, doa akan dikabulkan agar hasil UN SD Perguruan Cikini memuaskan.
"Harapannya, dengan pertemuan tripartit antara guru, orang tua, dan murid, doa kita akan lebih diijabah Allah SWT," kata Ervin. (erd/fjp)











































Foto: Dokumentasi SD Perguruan Cikini
Foto: Dokumentasi SD Perguruan Cikini
Foto: Dokumentasi SD Perguruan Cikini