SBY-JK Gelar Rapat Mendadak

SBY-JK Gelar Rapat Mendadak

- detikNews
Rabu, 27 Apr 2005 15:11 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wapres Jusuf Kalla menggelar rapat mendadak di Kantor Presiden. Wartawan, yang biasanya boleh menunggu di ruang pers Kantor Presiden, dilarang mendekati kompleks Kantor Presiden.Rapat yang dimulai pukul 14.00 WIB, Rabu (27/4/2005), ini tidak terdapat dalam agenda resmi Presiden SBY maupun Wapres Jusuf Kalla. Acara SBY yang diagendakan hari ini adalah membuka pameran Inacraft 2005, sedang agenda Kalla adalah memimpin rapat koordinasi membahas tentang kebijakan migas dan pada pukul 16.00 terbang ke Solo untuk menghadiri acara Golkar.Saat datang ke Kantor Presiden, Kalla baru selesai menggelar rapat koordinasi di Istana Wapres. Rapat diikuti Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Meneg BUMN Sugiharto, dan direktur utama dari BUMN terkait, yaknit Pertamina, PLN, Perusahaan Gas Negara, dan dan PT Bukit Asam.Tidak diketahui apakah rapat ini diikuti menteri terkait yang sebelumnya menghadiri rapat koordinasi di Istana Wapres. Yang jelas di halaman parkir tidak terlihat mobil milik menteri. Sementara mobil Kalla, di luar kebiasaan, diparkir di depan Kantor Presiden bukan di depan ruang pers di luar kompleks Kantor Presiden.Yang juga tidak biasa, wartawan dilarang mendekati kompleks Kantor Presiden. Wartawan diminta oleh paspampres untuk menunggu di ruang pers luar yang berjarak sekitar 300 meter dari Kantor Presiden. Menurut keterangan paspampres, larangan ini atas permintaan Biro Pers Kepresidenan. Namun Kepala Biro Pers Istana Kepresidenan Garibal, saat dikonfimasi lewat telepon, menjawab dengan nada heran, "O, iya? Nanti saya cek."Belum diketahui apa materi rapat RI 1 dan R1 2 yang mendadak dan terkesan tertutup ini. Diduga rapat membahas hasil rapat koordinasi tentang migas di Istana Wapres. Dugaan lain, membahas merosotnya nilai rupiah. Semalam Presiden SBY memang telah menginstruksikan kepada Wapres dan menteri terkait untuk mengantisipasi agar pergerakan nilai rupiah tetap dalam batas yang wajar.Hingga berita ini diturunkan rapat masih berlangsung. (gtp/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads