Polisi Tembak Mati Dua Gembong Perampok di Klaten
Rabu, 27 Apr 2005 12:10 WIB
Solo - Kalau polisi Jombang menembak rekannya sendiri hingga tewas, polisi di Klaten patut dipuji. Mereka menembak mati dua gembong perampok.Tim gabungan Polwil Surakarta dan Polres Klaten, Rabu (27/4/2005) pagi menyergap sembilan kawanan perampok yang baru saja melakukan tindak kejahatan di daerah tersebut. Dua dari mereka, yang ditengarai sebagai pimpinan kawanan, ditembak mati. Sedangkan tujuh lainnya berhasil diringkus.Kapolwil Surakarta Kombes (Pol) Abdul Madjid membenarkan adanya penangkapan disertai penembakan tersebut. Menurut Madjid, dua orang itu terpaksa ditembak di tempat oleh anggotanya karena keduanya berusaha melakukan perlawanan. Sedangkan seorang anggota kawanan lainnya ditembak di bagian kaki.Keterangan yang didapatkan detikcom dari Polwil Surakarta menyebutkan kesembilan orang itu pada pukul 03.00 WIB melakukan tidak pencurian dengan pemberatan (curat) atau perampokan di rumah Boniman di desa Srebek, Trucuk, Klaten. Barang yang diambil adalah televisi 21 inch, VCD, tape recorder, dan dua sepeda motor.Dalam melakukan aksinya mereka mengenakan penutup muka. Setelah mengambil barang-barang itu mereka segera meninggalkan rumah korban dengan menggunakan mobil L 300 warna hitam AD 7619 DD.Setelah mendapat laporan dari korban dan warga sekitarnya, tim pratroli gabungan Polwil Surakarta dan Polres Klaten segera melakukan penyegatan. "Sekitar pukul 05.00 WIB mereka kami tangkap di traffic light Bendogantungan, Kebonarum, Klaten, sekitar 10 km dari rumah korban curat. Mereka mengarah ke Solo," ungkap seorang perwira di Polwil Surakarta.Para tersangka adalah Juwandi alias Jumbadi dan Sarno. Kedua warga Klaten ini diduga sebagai pimpinan kelompok dan ditembak mati di lokasi penangkapan. Tujuh orang lainnya adalah Wagimin (asal Karanganyar; ditembak kakinya), Yuwono (Boyolali), Panut (Karanganyar), Siswanto, Agus Nuryanto, Sediawan, dan Purwanto (keempatnya asal Yogyakarta).Selain barang bukti yang diambil dari rumah Boniman, polisi juga menemukan operasional mereka berupa tiga buah celurit, dua buah gunting baja, dua buah golok, dua buah sabit, tang, obeng, pisau lipat, serta pipa besi. "Menurut pengakuannya, dengan alat-alat itu mereka tidak segan-segan membongkar paksa gerbang, pintu atau pagar yang terkunci," ujar Abdul Madjid.Jenazah Juwandi dan Sarno saat ini berada di RSUD Klaten, sedangkan tujuh tersangka lainnya berada di Mapolsek Klaten. Pemeriksaan awal yang dilakukan polisi terhadap para tersangka menunjukkan indikasi bahwa mereka adalah kelompok profesional yang sering melakukan tindak kriminal di Surakarta dan Yogyakarta."Ada 31 lokasi kejahatan di Surakarta kemungkinan dilakukan oleh kelompok ini. Menurut para tersangka pimpinan mereka adalah Juwandi alias Jumbadi dan Sarno yang tertembak itu. Tidak setiap beroperasi seluruh anggotanya diajak serta. Mereka mengaku hanya mengincar kendaraan bermotor. Namun informasi ini masih kami dalami lebih lanjut," ujar Madjid.
(nrl/)











































