"Tol itu memang urusan dari ranahnya Kementerian PU ya. Hanya, kita dapat informasi bahwa Brexit itu memang tidak akan lagi menjadi satu hal yang seperti tahun lalu, karena sudah ada ke depannya, yaitu penyelesaian jalur tol sampai Pemalang. Itu sudah sifatnya operasional. Tapi, kalau sampai Semarang, saya masih katakan kalau itu belum bisa full 100 persen operasional, baru bisa fungsional," ujar Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Pudji Hartanto Iskandar di Tangerang, Sabtu (6/5/2017).
Jika ingin menggunakan Tol Semarang, nantinya hanya bisa menggunakan satu jalur. Akan ada rekayasa lalu lintas yang lebih baik dari tahun lalu dengan pengaturan mulai dari pintu masuk tol.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemenhub juga telah menyiapkan antisipasi kemacetan. Seperti apa rekayasanya?
"Jadi membaginya di awal, jangan seperti di Brexit. Brexit sudah penuh baru dibagi, nggak. Jadi dibaginya dari awal. Misalnya di Cikopo, Cipali, Cikampek, itu sudah dibagi dulu, selatan, tengah, Pantura. Itu sudah padat baru dibuang lagi ke Brexit," tutur dia.
"Brexit sudah padat, baru dilanjutin lagi nanti sampai ke Pemalang, kan begitu. Itu yang benar rekayasanya. Jangan misalnya sudah padat dulu baru dibagi, itu nggak akan berpengaruh," imbuhnya.
Menurut Pudji, potensi kemacetan saat mudik pasti ada. Namun itu semua kembali pada cara petugas mengatur agar tak macet tak begitu parah.
"Saya pikir sudah menyebar ya (macet), tinggal tergantung sama petugas. Kalau petugasnya tidur, ya di mana-mana macet," tutupnya. (gbr/tor)











































