"Ansor siap berhadapan kelompok intoleransi, kelompok ideologi impor negara lain yang masuk ke Indonesia. Ini juga tak luput dari saran beliau (Said Aqil Siroj)," kata Yaqut dalam sambutan Harlah GP Ansor ke-83 Tahun bertema 'Meneguhkan Semangat Kebangsaan, Membawa Khazanah Islam Nusantara untuk Perdamaian Dunia' di kantor Pimpinan Pusat GP Ansor, Jl Kramat Raya 65A, Jakarta Pusat, Jumat (5/5/2017).
Yaqut juga sempat menyinggung soal ormas yang disebut bisa mengganggu NKRI. Ormas seperti itu, menurutnya, bisa dibubarkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harlah GP Ansor ke-83 Tahun, Jumat (5/5/2017) Foto: Faiq Hidayat/detikcom |
Indonesia, menurutnya, dalam ancaman kelompok terorisme dan ekstremisme. Apalagi negara Timur Tengah sedang mengalami perang saudara.
"Soal waktu saja akan tumpah segala arah mengancam keamanan, termasuk Indonesia. Maka itu, kami tidak akan membiarkan keruntuhan kerajaan Sriwijaya dan Majapahit terulang kembali dan tak membiarkan Indonesia luluh lantak seperti Suriah," tuturnya.
Acara ini dihadiri Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj; istri alm Gus Dur, Sinta Nuriyah Wahid; dan Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah. Menurut Yaqut, kedatangan Ahmad Basarah menunjukkan kelompok nasionalis bersahabat dengan warga nahdliyin.
"Sebenarnya saya mengundang seluruh partai politik. Di sini ada Pak Ahmad Basarah, ini disuruh Bu Mega untuk mewakili, membuktikan kelompok nasionalis bersahabat dengan warga nahdliyin," kata dia.
Dalam tasyakuran ini, GP Ansor meluncurkan Ansor Mart. Selain itu, GP Ansor meluncurkan Lembaga Wakaf Ansor dan menyerahkan penghargaan untuk (alm) Riyanto. Penghargaan terhadap Riyanto itu untuk kedua orang tuanya berangkat umrah tahun ini. (fai/fdn)












































Harlah GP Ansor ke-83 Tahun, Jumat (5/5/2017) Foto: Faiq Hidayat/detikcom