BPK: Laporan BPKP Soal Dana Tsunami Masih Tak Layak
Selasa, 26 Apr 2005 23:20 WIB
Banda Aceh -
Ketua BPK Anwar Nasution mengakui audit BPK terhadap dana bantuan penanggulangan bencana gempa dan tsunami di Aceh lambat. Hal ini karena laporan BPKB masih belum layak. "Laporan BPKP belum memenuhi syarat, jadi kita dari BPK membantu. Makanya auditnya jadi agak terlambat." Demikian ujar Nasution pada wartawan di sela-sela kunjungannya ke Banda Aceh bersama 120 delegasi BPK dari 54 negara donor di Anjong Mon Mata, Selasa (26/4/2005). "Masjid saja ada pembukuannya. Hari Jumat ini kita dapat sekian, berapa biaya untuk khatib. Jadi, urusan dunia seharusnya juga sudah diselesaikan," katanya berumpama. Plt Gubernur NAD Azwar Abubakar menambahkan, ada sekitar Rp 20 miliar dana yang memang harus dipertanggungjawabkan. Dia mengakui laporannya memang amburadul. "Dari hari pertama sampai sekarang, memang begitu saja laporannya, apa adanya," katanya. Sebanyak 120 orang delegasi tim BPK dari 54 negara-negara donor menyempatkan diri berkunjung ke Banda Aceh, Selasa (26/4). Rombongan yang berada setengah hari di Banda Aceh ini mengunjungi pendopo Gubernur NAD, Masjid Raya Baiturrahman, Kuburan Tentara Belanda dan juga kawasan Ulee Lhue dan Lampuuk. Tim ini merupakan tim yang mengikuti International Conference Promoting Finance Accuntability in Managing Fund Related to Tsunami, Conflict and Other Disaster.
(ton/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































