DetikNews
Selasa 02 Mei 2017, 21:53 WIB

Menteri LHK-Menteri Denmark Teken Kerja Sama Pengelolaan Sampah

Heldania Ultri Lubis - detikNews
Menteri LHK-Menteri Denmark Teken Kerja Sama Pengelolaan Sampah Foto: Heldania Ultri Lubis/detikcom
Jakarta - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya bersama Menteri Kerja Sama Pembangunan Denmark Ulla Tornes meneken kerja sama. Kesepakatan ini terkait dengan transfer teknologi pengelolaan sampah dan air.

"Yang pasti sih transfer teknologi. Kan kita punya 7 kota yang pilot project (proyek percontohan) ya. Nah di antara banyak teknologi itu bagus kan, termasuk yang dari Denmark," ujar Siti dalam acara yang berlangsung di Museum Bahari, Jakarta, Selasa (2/5/2017).

Siti menyampaikan keinginan pihaknya mendapatkan pelatihan dari Denmark. Pelatihan ini akan berguna bagi pengelolaan sampah dan air limbah di Indonesia.

"Saya ingin mendapatkan exercise ini dengan kerja sama dengan Denmark. Yang bagus adalah bukan hanya (pengelolaan) sampahnya. Yang di cari Ibu Ulla ini adalah menyambung antara kualitas air, pencemaran air, sungai, dan sampah, ujungnya ke laut," katanya.

Nantinya tenaga ahli dari Denmark akan didatangkan ke Indonesia. Direncanakan, para ahli itu datang pada Juni.

"Bulan Juni akan start expert-nya dari Denmark bekerja di kementerian kita. Sebenarnya bukan hanya KLHK-lah ya, ini untuk Indonesia. Yang pasti, bagi saya, selain teknologinya, persisnya itu pasti kita juga ingin introduksi ke kota-kota pemda. Kalau dari saya, saya akan explore dukungannya ini, strategi-strategi yang konseptual. Seharusnya kita bagaimana," tuturnya.

Siti menilai konsep yang diterapkan di Denmark sudah bagus. Namun tentu perlu adanya penyesuaian, mengingat kondisi Indonesia dan Denmark yang berbeda.

Menteri LHK-Menteri Denmark Teken Kerja Sama Pengelolaan SampahFoto: Heldania Ultri Lubis/detikcom


Sementara itu, Ulla menyebut kerja sama ini dapat bermanfaat bagi kedua negara. Indonesia, menurutnya, menghadapi persoalan sampah dan air limbah sehingga membutuhkan pengelolaan yang tepat.

"Saya sangat berharap ini bisa menjadi langkah pertama bagi Indonesia untuk mengatasi masalah sampah dan air limbah. Expert yang akan kita kirimkan ke Indonesia rencananya akan mendampingi Indonesia selama tiga tahun dan kita akan lihat lagi perkembangan selanjutnya mengenai kemungkinan perpanjangan," ujarnya.
(hld/fdn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed