Deddy mendapat kesempatan pertama. Ada dua buah puisi yang dibacakan yaitu "Aku Tulis Pamplet ini" karya WS Rendra dan "Hanya Emak Yang Tau Rasanya" karya Menteri Sosial Khofifah Indra Parawansa. Deddy sempat melontarkan bahwa ini bukan kali pertamanya membacakan puisi dalam acara yang sama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Deddy Mizwar bacakan puisi dalam milad ke-19 PKS Foto: Yulida/detikcom |
Usai Deddy, menyusul Anies dan Sandi yang maju membacakan puisi. Kali ini mereka membaca berdua secara bergantian. Ada satu puisi karya Taufik Ismail yang dibacakan, berjudul "Membaca Tanda-tanda".
Sebelum membaca sempat terjadi percakapan kecil di antara mereka berdua. Sandi mengawali dengan ucapan selamat kepada PKS.
"Selamat ulang tahun, PKS. Yang ke-19," ujar Sandi.
Anies kemudian membalas, "Selamat kepada PKS, semoga dapat menghadirkan keadilan dan kesejahteraan bagi semua."
"Pilihan ini kalau boleh bukan kami yang milih," ujar Sandi dengan isyarat mengarah kepada lembar puisi di tangannya.
"Tapi sambil kita membaca mungkin ada tanda-tanda dari PKS. Ada Pak Prabowo, Pak Hary Tanoe. Dan nampaknya ada tanda-tanda perubahan beberapa tahun kemudian. Mungkin kita diminta membaca tanda-tanda (perubahan) ke depan," timpal Anies. Kemudian mereka mulai membaca secara bergantian puisi karya Taufik Ismail pada tahun 1982 tersebut dengan dimulai dari Anies.
Usai membacakan puisi, keduanya mendapat tepuk tangan meriah dari tamu yang hadir. (nif/erd)












































Deddy Mizwar bacakan puisi dalam milad ke-19 PKS Foto: Yulida/detikcom