BNPB: Pengungsi Banjir Bandang Magelang Krisis Logistik

Audrey Santoso - detikNews
Sabtu, 29 Apr 2017 23:59 WIB
Foto: Dok Warga Grabag/detikcom
Magelang - Korban bencana banjir bandang Magelang terdesak kebutuhan logistik. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan terjadi krisis makanan, air bersih hingga pakaian. Mereka adalah warga Dusun Nipis, Desa Sambungrejo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang.

"(Kebutuhan yang mendesak, red) Permakanan, air bersih, sandang, selimut, tikar, dan lainnya. Selain itu juga diperlukan trauma healing," kata Sutopo lewat keterangan persnya, Sabtu (29/4/2017) malam.

Saat ini Tim SAR Gabungan terus melakukan penanganan darurat. Di antaranya mendirikan AJU dan dapur umum bagi para pengungsi.

"Posko AJU didirikan di Majelis Tafsir Al Qur'an Dusun Temon Desa Tlogorejo. Truk dapur umum BPBD Magelang telah ke posko untuk mendirikan dapur umum. Tim dari Dinas Kesehatan bersiap untuk memberikan pelayanan kesehatan," terang Sutopo.

Baca juga: Ini Data Lengkap Korban Banjir Bandang di Kabupaten Mangelang

Sutopo mengatakan BPBD Provinsi Jawa Tengah, BPBD Boyolali, BPBD Temanggung, BPBD Klaten dan BPBD Wonosobo saling berkoordinasi untuk penanganan bencana. Seluruh BPBD itu mengirimkan bantuan personil dan logistik untuk membantu penanganan darurat.

Sutopo menyebut banjir bandang terjadi usai hujan deras melanda kawasan Gunung Merbabu sejak Sabtu siang hingga sore. Akibatnya, Sungai Ndaru anakan yang berada di Dusun Nipis meluap dan membawa material longsor.

"Daerah aliran sungai Ndaru anakan merupakan bagian dari Sungai Ndaru yang berada di Desa Citrosono dan bermuara ke Sungai Elo. Debit sungai masuk ke perkampungan dengan cepat dan arusnya deras sekali," terang Sutopo. (aud/ams)