DetikNews
Kamis 27 April 2017, 17:42 WIB

Sidang Korupsi E-KTP

Keponakan Novanto Beberkan Keikutsertaan Lelang Proyek e-KTP

Audrey Santoso, Rina Atriana - detikNews
Keponakan Novanto Beberkan Keikutsertaan Lelang Proyek e-KTP Keponakan Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo/Foto: Audrey Santoso/detikcom
FOKUS BERITA: Sidang Lanjutan e-KTP
Jakarta - Eks Direktur PT Murakabi Sejahtera, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo membeberkan keikutsertaannya dalam proses lelang proyek pengadaan e-KTP. Perusahaan keponakan Setya Novanto ini membentuk konsorsium yang dibahas dalam rapat di ruko Fatmawati.

"Pada saat ada tender e-KTP, Murakabi ikut serta jadi ketua konsorsium," ujar Irvanto bersaksi dalam sidang lanjutan perkara dugaan korupsi e-KTP dengan terdakwa Irman dan Sugiharto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jl Bungur Besar, Jakarta Pusat, Kamis (27/4/2017).

Pertemuan soal e-KTP diikuti Irvan saat diundang dalam ke ruko Fatmawati milik pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong pada sekitar akhir tahun 2010.

Undangan diterima Irvan dari dari PT Pura Barutama yang disebut jaksa terlibat dalam subkontrak pekerjaan pencetakan blangko, inlay, pembuatan hologram dan punching.

"Kalau saya tak salah ingat saya memang sedang ada pekerjaan dengan PT Pura. PT Pura hanya menginformasikan ada pertemuan ke Fatmawati," terangnya.

Di ruko itu, terbentuk tim Fatmawati yang tugasnya menyiapkan kemenangan konsorsium PNRI dalam lelang di Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri).

"Awalnya Murakabi memang bergerak di bidang printing lalu menanjak di security printing. Itu awalnya kenapa kita bisa masuk e-KTP," sambungnya.

Dalam pertemuan di ruko Fatmawati, dipaparkan proyek pengadaan e-KTP secara nasional. Irvan menyebut konsorsium terbentuk bersama PT Java Trade, PT Aria Multi Graphia, PT Stacopa karena sudah lebih dulu memiliki hubungan bisnis.

"Saya sudah ada beberapa pekerjaan dengan PT Stacopa. Sekitar Maret 2011, kita memutuskan ikut tender," sebut Irvan.

Dalam dakwaan jaksa KPK, tim Fatmawati menyepakati sejumlah hal terkait proses lelang dan pelaksanaan pengadaan e-KTP. Jaksa menyebut proses pelelangan akan diarahkan memenangkan konsorsium PNRI dengan membentuk pula konsorsium Astragrapha dan konsorsium Murakabi Sejahtera sebagai peserta pendamping.

Selain itu, dilakukan pemecahan tiga tim dengan tujuan agar seluruh anggota tim Fatmawati bisa menjadi peserta lelang untuk memenuhi minimal peserta lelang sebanyak 3 peserta.

Tim Fatmawati juga mensinkronkan produk-produk tertentu untuk kepentingan e-KTP yang kemudian digunakan menjadi dasar dalam penetapan spesifikasi teknis. Tim ini juga membuat harga pasar yang dinaikkan sehingga lebih mahal.


(fdn/idh)
FOKUS BERITA: Sidang Lanjutan e-KTP
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed