Ridwan Kamil yang saat ini menjabat Wali Kota Bandung menyatakan kesiapannya maju Pilgub Jabar. Pria yang akrab disapa Emil itu sudah resmi mendapat dukungan dari Partai Nasional Demokrat. Dia juga mendapat dukungan dari sejumlah pondok pesantren di bumi Parahiyangan.
Selain Emil hingga kini belum ada satu pun kandidat yang menyatakan secara terang-terangan siap bertarung di Pilgub Jabar. Sederet nama telah disebut layak maju Pilgub Jabar. Seperti: politikus PAN Dessy Ratnasari, kader Demokrat Dede Yusuf hingga wakil gubernur Jabar Deddy Mizwar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua kader Partai Demokrat itu muncul dalam survei internal. Namun tidak menutup kemungkinan muncul nama lainnya dalam penjaringan yang diperkirakan berlangsung pada bulan depan.
"Untuk Pilgub Jabar, Partai Demokrat sementara baru dua nama. Saya sama Dede Yusuf. Nanti kita masih punya waktu Mei dan Juni menunggu hasil penjaringan. Bisa saja muncul nama lain," kata Iwan saat ditemui di kantor DPD Demokrat Jabar, Jalan Sinom, Kota Bandung, Jumat (21/4/2017).
PDIP juga bersiap menyeleksi sejumlah nama untuk diusung dalam Pilgub Jawa Barat 2018. PDIP tak menutup pintu bagi Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, yang telah diusung NasDem.
Hal itu disampaikan Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno saat menjawab kemungkinan mengusung Ridwan Kamil dalam Pilgub Jabar. Selain Emil, PDIP melirik sejumlah nama populer. Deddy Mizwar hingga Desy Ratnasari turut dipertimbangkan PDIP.
"Banyak kok yang sudah mencalonkan. Seperti Deddy Mizwar, Bupati Purwakarta, Wali Kota Bekasi yang berani itu loh, Nurul Arifin, kalau perempuan Desy Ratnasari, internal TB Hasanudin. Banyak kok. Kita nggak kekurangan, yang sering kurang justru logistiknya," kata Hendrawan pada Kamis (20/4/2017) pekan lalu.
Dede Yusuf yang namanya disebut tengah dipertimbangkan Demokrat belum tegas menjawab soal kemungkinan dia maju Pilgub Jabar. Dede Yusuf menyerahkan sepenuhnya ke majelis tinggi partainya.
"Kalau saya konsentrasi ke sana (Pilgub Jabar), bagaimana konsentrasi ke parlemen? Nanti kan terpaksa ditinggalkan. Itu semua keputusan di majelis tinggi di partai. Untuk menentukan dan lain sebagainya, biarlah majelis tinggi," ujar Dede di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (25/4/2017).
Lalu, siapa berani menantang Ridwan Kamil di Pilgub Jabar? (erd/van)











































