Polisi mengungkap pengakuan pria MY (34), pelaku yang mengirim ancaman teror bom ke SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan (Jaksel). Kepada polisi, dia mengaku kesal terhadap pihak sekolah.
"Jadi kalau motif dari kejadian ini, dari keterangan tersangka, tersangka itu merasa kesal pada salah satu pihak sekolah sehingga melampiaskan dengan perbuatan ini," kata Kasie Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adiwibowo kepada wartawan, Rabu (15/7/2026).
MY mengaku pernah berkomunikasi dengan pihak sekolah perihal seragam anaknya yang juga bersekolah di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi. Namun, menurut Joko, pelaku mengaku respons sekolah tidak baik hingga berujung aksi teror bom.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi, beberapa hari sebelum kejadian, pernah ada komunikasi sama pihak sekolah yang membicarakan masalah seragam sekolah. Namun responsnya dirasakan oleh si tersangka ini tidak baik," tuturnya.
"Jadi beberapa hari sebelum kejadian kan nanya dia masalah seragam. Jawabannya (pihak sekolah), 'Udah, nggak usah beli seragamnya, saya tahu kondisi kamu kan begitu,' gitu loh. Jadi kayaknya merasa tersinggung gitu loh," imbuhnya
Joko mengatakan tersangka tidak menyangka perbuatannya akan berujung heboh. Tersangka juga mengaku menyesal atas ulahnya itu.
"Sebenarnya tersangka tidak menyadari bahwa apa perbuatannya akan menjadi seheboh ini. Dan kemudian dari pemeriksaan juga, si tersangka itu merasa menyesal lah atas kejadian yang telah dilakukannya," ujarnya.
MY saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka. Dia dijerat dengan Pasal 600 dan/atau Pasal 601 Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
Sebagai informasi, ancaman teror itu dikirimkan saat siswa sedang melakukan upacara pada Senin (13/7) pagi. Setelah penyisiran Tim Gegana dan Densus 88 Antiteror, tidak ditemukan adanya bahan peledak di lokasi.
Simak juga Video 'Pramono Minta Peneror Bom di SDN Srengseng Sawah Didalami':










































