DetikNews
Jumat 21 Apr 2017, 14:56 WIB

Bisa Hafalkan Alquran 30 Juz, Narapidana Diusulkan Dapat Remisi

Andi Saputra - detikNews
Bisa Hafalkan Alquran 30 Juz, Narapidana Diusulkan Dapat Remisi Ribuan warga binaan mengkhatamkan Alquran di Rutan Kelas 1 Cipinang. (agung/detikcom)
Jakarta - Over kapasitas membuat para ahli hukum berkernyit, bagaimana cara mengatasinya. Rutan dan lapas tak kuasa menolak titipan tersangka/terdakwa/terpidana dari aparat untuk ditahan, di mana kerap didapati proses ternyata tidak berjalan profesional. Tidak sedikit narapidana menjadi korban peradilan sesat.

Baca Juga:
Kasus Laundry Rp 78 Ribu, Jaksa Sempat Penjarakan Linda 3 Bulan

Salah satu strategi yang diusulkan adalah memberikan variasi remisi baru, yaitu narapidana yang bisa menghafalkan Alquran 30 juz berhak mendapatkan remisi.

"Umpamanya ada terpidana yang hafal Alquran 30 juz, dapat remisi," ujar Prof Hartiwiningsih.

Hal itu disampaikan Hartiwiningsih di depan para ahli hukum se-Indonesia di Hotel JS Luwansa, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis-Jumat (20-21/4/2017). Pertemuan itu dipimpin Menkumham Yasonna Laoly.



Hadir dalam pertemuan ini mantan Wakil Ketua MK Harjono; mantan hakim konstitusi Maruarar Siahaan; guru besar Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Prof Nyoman Serikat Putra Jaya dan Prof Adji Samekto; serta guru besar Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Prof Hibnu Nugroho.

Tampak hadir pula ahli pencucian uang Yenti Garnasih, pegiat antikorupsi dari ICW Donal Fariz, pakar hukum UGM Zainal Arifin Mochtar, pakar hukum Refly Harun, Direktur Pukat UGM Oce Madril, Pjs Direktur Pusako Universitas Andalas Feri Amsari, dan Direktur Puskapsi Universitas Jember Bayu Dwi Anggono.

Hartiwiningsih mencontohkan, kampusnya, UNS Solo, memberikan kesempatan kepada penghafal Alquran bisa berkuliah di UNS tanpa tes.

"Mereka itu umumnya jenius, masuknya di Fakultas Kedokteran dan cum laude," kata Hartiwiningsih.

Baca Juga:
57.364 Warga Binaan Lapas Pecahkan Rekor Nusantara Mengaji

Soal remisi model menghafal Alquran, diakui Dirjen Pemasyarakatan I Wayan Dusak, dikenal di Arab Saudi. Di negeri Raja Salman itu, terpidana yang bisa menghafalkan Alquran 30 juz mendapatkan remisi.
Bisa Hafalkan Alquran 30 Juz, Narapidana Diusulkan Dapat Remisi

"Di Arab Saudi, yang seperti itu mendapatkan potongan setengah masa pemidanaan," ujar Dusak.

Saat ini, di Indonesia, dikenal 5 jenis remisi, yaitu:

1. Remisi umum (17 Agustus)
2. Remisi khusus (hari besar agama)
3. Remisi tambahan (berbuat baik di LP)
4. Remisi kemanusiaan
5. Remisi dasawarsa

Sementara itu, Zainal Arifin Mochtar meminta diminimalkannya jenis remisi yang ada. Ia menilai saat ini jenis remisi sudah terlalu banyak.

"Banyaknya remisi ini harus dikurangi. Saya sempat hitung-hitung, Urip Tri Gunawan yang dihukum 20 tahun penjara, bisa menjalani hanya 8 tahunan saja," ucap Zainal.

Para ahli hukum sepakat strategi mengurangi over kapasitas adalah tanggung jawab seluruh aparat penegak hukum, bukan Kemenkumham semata. Yaitu:

1. Prapenahanan
Aparat penegak hukum diminta lebih profesional menyeleksi orang yang akan diproses hukum. Tidak semua orang yang berhadapan dengan hukum serta-merta ditahan. Perlu pertimbangan khusus dan serius saat aparat mau menahan orang.

2. Penahanan
Tahanan yang sudah habis masa penahanannya harus dilepaskan hari itu juga. Namun, dalam praktiknya, kepala rutan tidak berani melepaskan karena tidak mau bersinggungan dengan aparat penegak hukum. Alhasil, kerap ditemukan tahanan overstay.

"Harus mulai dipikirkan, penahanan itu otoritas siapa? Apakah single authority atau tersebar? Ke depan harus diatur," ujar Oce Madril.

3. Regulasi
Perlu segera direvisi PP 99/2009 tentang Pengetatan Remisi. Terpidana narkoba perlu diberi kelonggaran untuk mendapatkan remisi.

4. Pidana alternatif
Aparat dan pengadilan harus berani membuat terobosan hukum dalam pemidanaan. Penjara sebisa mungkin dihindari apabila masih ada pidana lain yang bisa diterapkan. Bisa denda, sanksi administrasi, hingga sanksi sosial.

5. Remisi
Remisi hakikatnya bagian dari reward terhadap narapidana yang berbuat baik. Dengan reward ini, diharapkan narapidana berlomba-lomba menjadi lebih baik. Tetapi, dalam jangka pendek, remisi dinilai sebagai salah satu cara mengurangi masalah over kapasitas akibat PP 99/2009.

6. Tidak menambah LP
Penambahan lembaga pemasyarakatan dinilai bukan solusi untuk mengatasi over kapasitas. Tetapi mengatasinya adalah dengan menyeleksi orang yang masuk LP dan menyeleksi orang yang bisa cepat keluar dari LP.

"Saya bukan pengusaha hotel. Kalau pengusaha hotel, kamar penuh terus, maka bikin hotel baru. Kalau kami kan bukan," ujar Dusak.
(asp/fdn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed