Analisis PDIP soal Penyebab Kekalahan Ahok-Djarot

Analisis PDIP soal Penyebab Kekalahan Ahok-Djarot

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Kamis, 20 Apr 2017 18:31 WIB
Analisis PDIP soal Penyebab Kekalahan Ahok-Djarot
Hendrawan Supratikno (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Ketua Dewan Pimpinan Pusat PDIP Hendrawan Supratikno berbicara soal kekalahan telak pasangan calon petahana Ahok-Djarot yang mereka usung dalam Pilgub Jakarta. Dia berkata ada beberapa faktor yang menyebabkan Anies berjaya di atas Ahok.

"Birokrat yang ditemui mengatakan, 'Aduh, kalau Ahok menang lagi, penderitaan kami makin panjang, nggak bisa main-main anggaran.' Pengusaha yang saya temuin, 'Apa sih untungnya Ahok jadi gubernur?'" ujar Hendrawan saat ditemui di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (20/4/2017).

Menurut Hendrawan, sifat Ahok yang terlalu tegas dan tak mau kongkalikong kadang menjadi bumerang tersendiri. Ada pihak yang tak suka pada sifat mantan anggota DPR yang bersih itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi Ahok terlalu cepat. Mungkin dia seperti punya obsesi membersihkan, ini nggak bisa. Kalau kita cuma upaya gaji saja kan itu dalam upaya yang nggak cukup. Oleh sebab itu, ini ada yang main-main ini. Ada beberapa orang. Kalau Sumarsono, Plt, lebih anu," ungkapnya.

Hendrawan kemudian berbicara soal mesin partai pendukung. Dia tak mau berkata ada partai pendukung yang tak bekerja maksimal.

"Kami tidak mau setiap partai menilai kontribusi lain. Yang saya lihat, masa kampanye yang cukup panjang ini menciptakan keletihan yang struktural. Memang koordinasi harus diakui memang susah dilakukan, contohnya di Jakbar dan Jakut. Dari partai pendukung ini, dia tahu kan di 2019 ini bersaing," sebutnya.

Lantas, apakah isu SARA berpengaruh akan kekalahan Ahok?

"Identitas SARA kan karena dia Ahok saja, iya, kan? Karena ini dia kan sosok yang fenomenal. Di DPR saja sudah bikin kaget. Orang dia jalan 3 hari dikembalikan karena dia merasa 1 hari," tutupnya. (gbr/imk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads