Pencoblosan Pilkada DKI, Kapolri: Ada Laporan soal Intimidasi

Pilgub DKI Putaran Kedua

Pencoblosan Pilkada DKI, Kapolri: Ada Laporan soal Intimidasi

Mei Amelia R - detikNews
Rabu, 19 Apr 2017 15:29 WIB
Pencoblosan Pilkada DKI, Kapolri: Ada Laporan soal Intimidasi
Kapolri Jenderal Tito Karnavian (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan pihaknya menerima laporan dugaan intimidasi dalam pencoblosan Pilkada DKI Jakarta putaran kedua. Namun ada juga laporan yang hanya kesalahpahaman namun dilaporkan secara berlebihan.

"Ada saja memang laporan. Bukan hanya dari relawan Badja (Basuki-Djarot), juga dari pihak lain," ujar Tito di PTIK, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (19/4/2017).

Atas sejumlah laporan yang masuk, Tito mengaku sudah memerintahkan kapolda dan kapolres segera melakukan penanganan, termasuk menetralkan keadaan dengan cepat. Menurut Tito, ada beberapa laporan yang sebenarnya hanyalah kesalahpahaman yang kemudian dilaporkan secara berlebihan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kadang-kadang banyak terjadi kesalahpahaman dianggap intimidasi, kemudian dilaporkan berlebihan," ucapnya.

Di beberapa lokasi, sempat terjadi kericuhan kecil, seperti di daerah Kamal, Jakarta Barat. Polisi berhasil mengamankan dua orang yang diduga melakukan provokasi.

"Setelah kita cek di sana, sebetulnya hanya salah paham saja. Ini sudah selesai," tuturnya.

Tito juga mengajak seluruh masyarakat Jakarta tetap mempertahankan situasi kondusif. Hingga saat ini belum ada laporan tentang peristiwa yang menonjol.

"Saya mengajak semua masyarakat, khususnya di Jakarta, mari kita pertahankan, khususnya kesejukan, kenyamanan, yang sudah berlangsung sampai dengan perhitungan suara berjalan lancar," ucapnya. (mei/fdn)


Berita Terkait