DetikNews
Rabu 19 April 2017, 14:42 WIB

Sekeluarga Ditembak Polisi di Sumsel, Kapolri: Kalau Salah Dihukum

Mei Amelia R - detikNews
Sekeluarga Ditembak Polisi di Sumsel, Kapolri: Kalau Salah Dihukum Tito Karnavian (Foto: Rengga Sancaya-detikcom)
Jakarta - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyesalkan insiden tertembaknya satu keluarga penumpang mobil Honda City di Lubuk Linggau, Sumatera Selatan. Kapolri akan mengevaluasi anggota dalam melakukan diskresi kepolisian.

Tito menjelaskan, kewenangan menembak adalah diskresi yang melekat kepada anggota polisi di seluruh dunia. Namun, tentunya anggota harus memiliki kemampuan dalam menilai yang tepat sebelum mengambil langkah diskresi tersebut.

"Kewenangan diskresi itu melekat kepada seluruh polisi, tidak hanya di Indonesia tetapi di seluruh dunia. Artinya setiap polisi seluruh dunia harus punya kemampuan untuk mampu menilai secara subjektif dan mengambil tindakan yang tepat dalam rangka melindungi keselamatan publik dan petugas itu sendiri," terang Tito kepada wartawan di Lapangan Bhayangkara, Kebayoran Baru, Jaksel, Rabu (19/4/2017).

Kapolri akan mengevaluasi kembali kemampuan anggota dalam mengambil langkah diskresi. Anggota akan ditingkatkan kemampuannya agar dalam mengambil keputusan diskresi dilakukan secara tepat dan tidak bertindak berlebihan.

"Ini yang akan kita evaluasi agar anggota kita lebih banyak lagi drill-drill di tingkat pendidikan dan kemudian drill-drill saat di lapangan, saat sudah bertugas, coaching clinic dibuat skenario sebanyaknya peristiwa-peristiwa dan dilatih untuk menilai peristiwa itu agar tidak terjadi tindakan berlebihan, kekuatan berlebihan/ excessive use of force," sambungnya.

Mau tonton video terbaru dan asyik lainnya?


Anggota juga diharapkan tidak bertindak yang kurang tepat dalam menilai suatu kejadian.

"Atau justru tindakan yang kurang tepat dilaksanakan karena ancaman tidak seketika, misalnya tidak berani bertindak ketika--karena setiap ada warga yang sudah mau dibacok misalnya--kemudian anggota lambat bertindak sehingga terjadi pembiaran. Nah ini juga bisa jadi masalah. Bertindak berlebihan tidak boleh, bertindak terlalu kurang juga bisa jadi masalah," paparnya.

Lebih jauh Kapolri mengatakan, tugas polisi memang berisiko. Namun hal ini dapat dicegah apabila anggota memiliki kemampuan menilai yang tepat dalam mengambil keputusan di lapangan.

"Itulah yang disebut polisi itu kakinya dua, kaki kanannya di kuburan, kaki kirinya di penjara. Coba seandainya itu betul-betul pelaku kejahatan dan kemudian melakukan tembakan seperti di Tuban, ya dia bisa menjadi korban. Tapi kalau dia salah melakukan tindakan ya risiko dia kena proses hukum," pungkas Tito.


(mei/rvk)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed