DetikNews
Rabu 19 April 2017, 13:54 WIB

Kapolri Sesalkan Penembakan Polisi ke Mobil Sekeluarga di Sumsel

Mei Amelia R - detikNews
Kapolri Sesalkan Penembakan Polisi ke Mobil Sekeluarga di Sumsel Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyesalkan insiden tertembaknya satu keluarga penumpang mobil Honda City di Lubuk Linggau, Sumatera Selatan oleh aparat polisi. Satu orang tewas dalam kejadian itu, sementara lima orang lainnya luka tembak.

"Saya menyesalkan peristiwa itu," ujar Tito kepada wartawan di Stadion PTIK, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (19/4/2017).

Mau tonton video terbaru dan asyik lainnya?


Informasi yang diterima Kapolri, mobil Honda City berpelat nomor BG 1488 ON tersebut tidak berhenti ketika diberhentikan polisi lalu lintas dan hendak menabrak anggota saat itu. Karena itu, polantas mencurigainya bahwa di dalam mobil adalah pelaku kejahatan.

"Sehingga anggota polisi beranggapan itu pelaku kejahatan, kemudian dikejar. Karena dikejar dilakukan tembakan peringatan tidak berhenti, diduga pelaku kejahatan sehingga tertembak dan mengakibatkan ada keluarga yang meninggal. Saya sangat menyesalkan," terang Tito.

Tito mengatakan, kewenangan anggota polisi untuk menembak adalah bentuk diskresi kepolisian. Di sinilah letak pentingnya kapan diskresi kepolisian itu harus digunakan.

"Inilah sebetulnya pentingnya diskresi kepolisian. Anggota harus memiliki kemampuan menilai secara subjektif atas yang dihadapinya saat itu, dan mengambil tindakan tepat dalam rangka untuk menjaga keselamatan publik," ujarnya.

Tito menambahkan, pihaknya saat ini masih memeriksa anggota yang melakukan penembakan tersebut.

Peristiwa terjadi pada Selasa (18/4) lalu di pertigaan Jalan Fatmawati, Kecamatan Lubuk Linggau Timur I, Lubuklinggau, Sumsel. Saat itu, anggota tengah melaksanakan Operasi Cipta Kondisi di lokasi.

Mobil Hinda City warna hitam berisikan 8 orang warga sipil melintas di lokasi. Hasil pengecekan, mobil bernopol BG 1488 ON tersebut tidak tersaftar di Samsat.

Mobil melintas dari Curup menuju Muara Beliti dan ketika hendak diberhentikan, sopir tidak mau berhenti dan mencoba menabarak anggota yang sedang melakukan razia. Melihat gelagat yang tidak baik tersebut, anggota mengambil inisiatif untuk mengejar.

Setibanya di Jl SMB II Kelurahan Margamulya, ada anggota Polres Lubuk Linggau yang mengejar dan menembak sebanyak 10 kali. Setelah diberondong tembakan, polisi kemudian mengecek dan terdapat 6 orang yang tertembak.

Satu orang dilaporkan tewas akibat tembakan tersebut. Dari enam orang yang tertembak, ada anak usia 2 tahun yang tertembak di bagian kepala.
(mei/idh)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed