"Dalam pilkada ini hanya dua unsur yang tak memiliki hak pilih, yaitu TNI dan Polri. Makanya adalah dengan kita tak memiliki hak pilih itu kita diharapkan menjadi pihak yang netral dan pihak yang bisa melakukan pengamanan dengan baik," ujar Tito Karnavian memberikan pengarahan dalam apel pasukan untuk kesiapan pengamanan pilkada di Ecovention Ancol, Jakarta, Selasa (18/4/2017).
Pengamanan Pilkada DKI ditegaskan Tito menjadi barometer nasional. Sinergitas personel Polri dan prajurit TNI bersama unsur Linmas diperlukan untuk memastikan keamanan Ibu Kota pada pencoblosan besok, 19 April.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pengamanan TPS yang jumlahnya, 13.034 TPS, Polri menempatkan minimal 1 personel dibantu satu prajurit TNI dan unsur Linmas. Kapolri sudah mewanti-wanti agar jajarannya bertindak tegas terhadap para pelanggar hukum yang mengganggu atau mengintimidasi pemilih saat berada di TPS.
"Kuncinya kecepatan, kita lokalisir. Mungkin saja ada problema di lapangan antara pendukung paslon tapi selagi kita cepat tangani tak akan meluas dan tak akan besar. Jadi kunci utama adalah sinergitas dan kekompakan dari unsur TNI-Polri," ujar Tito.
(fdn/idh)











































