"Pada tanggal 16 April 2017 malam, Panwaskota dan jajaran pengawas di bawahnya telah melakukan tangkap tangan terhadap oknum relawan yang diduga terindikasi sebagai relawan paslon 2 berupa paket sembako yang akan dibagikan kepada warga DKI Jakarta pada masa tenang," ujar Ketua Panwaslu Jaktim Sakhroji melalui keterangan tertulisnya, Senin (17/4/2017).
Paket sembako yang hendak dibagikan itu diamankan di dua lokasi. Kedua lokasi itu di Ciracas dan Cakung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan paket sembako yang berhasil diamankan di Cakung berjumlah 169 karung sembako. Paket sudah diamankan di Polsek Cakung.
"Tanggal 16 April 2017 sekitar pukul 23.30 WIB di wilayah Cakung, lokasi sekitar Kayu Tinggi RT 08 RW 08, Kelurahan Cakung Timur, ditemukan dan diamankan berupa 169 karung sembako atau sekitar 845 paket yang berisi beras, minyak goreng, dan gula pasir. Paket sembako tersebut saat ini sudah diamankan dan dititipkan di kantor Polsek Cakung," kata Sakhroji.
Lokasi terakhir, yaitu di wilayah Duren Sawit, sempat diinformasikan ada pembagian sembako. Namun, saat Panwaslu Jaktim ke lokasi, oknum sudah melarikan diri dan tidak ditemukan barang bukti.
"Sekitar Duren Sawit juga ada info pembagian. Tapi, setelah kita kejar, ternyata sudah membubarkan diri dan barang buktinya sudah tidak ada," jelas Sakhroji.
Sebelumnya, timses Ahok-Djarot menegaskan tidak pernah melakukan bagi-bagi sembako. Timses Ahok-Djarot menegaskan patuh terhadap aturan yang berlaku. Mereka siap membuktikan tidak terlibat dalam kegiatan bagi-bagi sembako tersebut.
"Bukan dari timses, kita tidak ada seperti itu," ujar wakil ketua timses Ahok-Djarot, Wibi Andrino, saat dimintai konfirmasi detikcom, Senin (17/4).
(dkp/van)











































