DetikNews
Senin 17 April 2017, 12:07 WIB

Begini Rasa Kehilangan Warga Dieng atas Kepergian Mbah Fanani

Triono Wahyu Sudibyo - detikNews
Begini Rasa Kehilangan Warga Dieng atas Kepergian Mbah Fanani Foto: Mbah Fanani di Indramayu (dok Azun)
FOKUS BERITA: Kisah Para Pertapa
Jakarta - Tenda di depan rumah Sugiyono itu kini kosong. Rabu (12/4/2017) lalu, penghuni tenda tersebut, Mbah Fanani, dijemput dan dibawa ke Indramayu, Jawa Barat. Warga sangat kehilangan.

"Bagaimanapun juga, Mbah Fanani sudah di sini sejak 21 tahun. Dia sudah jadi bagian kehidupan kami," kata Kepala Desa Dieng Kulon, Slamet Budiono, kepada detikcom, Senin (17/4/2017).

Warga, kata Slamet, tak mempersoalkan soal kepindahan Mbah Fanani. Apalagi jika itu kehendak pribadi Mbah Fanani atau keluarganya. Yang masih jadi pertanyaan warga adalah soal penjemputan yang kesannya tidak wajar. Sekadar diketahui, Mbah Fanani dibawa pergi sekitar pukul 23.00 WIB.

Lebih lanjut, Slamet mengatakan warga menerima lapang dada Mbah Fanani dibawa pergi asal setelah itu dirawat dengan baik. Bahkan, warga iklas jika pada akhirnya Mbah Fanani tidak kembali ke Dieng dan menetap di Indramayu.

"Ya nggak apa-apa (tinggal di Indramayu). Yang penting Mbah Fanani benar-benar dirawat oleh orang yang bertanggung jawab," jelas Slamet.

Sementara dari pihak penjemput memastikan akan merawat Mbah Fanani sebagaimana mestinya. Penjemputan dilakukan atas perintah Abah Roja, sesepuh asal Dieng yang sejak 20 tahun terakhir menetap di Indramayu. Abah Rojab sering berpindah-pindah, dan terakhir tengah berada di Kalimantan.

Azun Mauzun yang ikut menjemput Mbah Fanani mengatakan, "Alhamdullilah kondisi (Mbah Fanani) sehat dan beliau terlihat nyaman. Tapi tetep masih bertelanjang dada."
(try/van)
FOKUS BERITA: Kisah Para Pertapa
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed