"Makanya Pak Hasbi ini sangat mendukung kita. Dana untuk KJP yang mencapai Rp 2,3 triliun beliau setuju di DPRD. Untuk pembayaran premi KJS Rp 800 miliar setahun disetujui. Subsidi transportasi Rp 2,3 triliun juga beliau setujui," kata Djarot dalam sambutannya di Lapangan Cipinang Indah, Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu (15/4/2017).
Anda menyaksikan video khas 20detik
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Satu kebanggaan tak ternilai yang tidak bisa dihargai dengan materi sebanyak apa pun juga, ketika ada warga yang menangis karena mengucapkan terima kasih. Suatu kenikmatan kalau hidup ini bermanfaat bagi orang lain," kata Djarot.
"Hal seperti ini yang menjadi tugas dan tanggung jawab kami untuk melayani warga Jakarta. Ini harus dilayani dengan hati," ucapnya.
Mantan Wali Kota Blitar itu juga menyebut dia dan Ahok memiliki tanggung jawab membangun manusia Jakarta seutuhnya. Tak hanya itu, Djarot juga berkomitmen membangun jiwa dan warga Jakarta. Sebab, tugas utamanya sebagai kepala daerah adalah menyejahterakan rakyat.
"Inilah tanggung jawab kami untuk membangun manusia Jakarta seutuhnya. Membangun jiwa dan badan serta akhlaknya. Ini harus dikerjakan terus-menerus. Tugas utama kami adalah menyejahterakan rakyat dan keadilan sosial bagi seluruh warga Jakarta," tutur Djarot.
Djarot pun meminta maaf bila ada kesalahan dan kekurangan selama dia dan Ahok memimpin Jakarta. Djarot juga ingin ada masukan dari masyarakat untuk memperbaiki pelayanan mereka ke depan.
"Mungkin ada salah dan kekurangan, kita sadar tidak ada yang sempurna. Kalau ada kekurangan, sampaikan pada kami untuk menjadi masukan ke depan. Kita mohon maaf kalau ada kekurangan. Tapi kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mengembalikan uang rakyat kembali pada rakyat," ucapnya. (bis/nkn)











































