DetikNews
Kamis 13 April 2017, 22:17 WIB

Timses Anies-Sandi Laporkan Bank DKI ke OJK dan Bawaslu

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Timses Anies-Sandi Laporkan Bank DKI ke OJK dan Bawaslu Foto: Noval Dhwinuari Antony/detikcom
Jakarta - Tim pemenangan pasangan cagub-cawagub DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno melaporkan Bank DKI ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI. Bank DKI diduga terlibat dalam kampanye pilgub.

Menanggapi laporan itu, Anies meminta adanya pengusutan tuntas terkait dugaan tersebut. "Saya sudah dengar itu, itu harus diselidiki hingga tuntas dan mereka yang coba-coba terlibat, siapa pun, harus diberi sanksi. Jangan cederai pilkada ini dengan tindakan-tindakan yang tak patut seperti itu," ujar Anies di Jalan Pramuka Kav 151, Utan Kayu, Matraman, Jakarta Timur, Kamis (13/4/2017).

Pada kesempatan terpisah, wakil ketua tim pemenangan Anies-Sandi, Muhammad Taufik, menyatakan Bank DKI diduga terlibat dalam kampanye calon petahana. Hal ini terkait program bantuan untuk warga lanjut usia (lansia) melalui Kartu Jakarta Lansia (KJL).

"Tim advokasi telah melaporkan dugaan pelanggaran itu kepada Bawaslu DKI Jakarta kemarin," kata Taufik pada konferensi pers di posko Anies-Sandi, Jalan Cicurug, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (13/4/2017).

Selain ke Bawaslu, Bank DKI akan dilaporkan ke OJK untuk melakukan pengusutan dari mana sumber dugaan tersebut. Taufik mengatakan program KJL bukan program yang dikeluarkan mendadak menjelang hari pencoblosan 19 April 2017.

"APBD DKI 2017 tidak ada program bantuan lansia yang akan dilakukan Bank DKI. Tapi tiba-tiba ada. Kami minta diusut, uangnya dari mana," tegas Taufik.

Sebelumnya, tim pemenangan Anies-Sandi menemukan dugaan Bank DKI memberikan bantuan kepada warga lansia melalui program KJL. Warga akan diberi Rp 600 ribu dengan syarat membuka rekening Bank DKI dengan saldo Rp 50 ribu.

"Asal-usul uang itu harus dijelaskan dari mana. Kalau dari APBD, saya pastikan tidak ada. Jadi harus diusut tuntas," sebut Taufik.

Wakil ketua tim advokasi Anies-Sandi, Yupen Hadi, menemukan dugaan ini dilakukan kantor cabang Bank DKI di Pecenongan, Cempaka Putih Barat, dan Pramuka. "Kami minta pelanggaran perbankan ini agar dihentikan," imbuh Yupen.
(nvl/idh)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed