Sumarno mengatakan selama ini masyarakat lebih mengenal para cagub ketimbang cawagub. Karena itu, dia juga ingin masyarakat mengetahui apa saja visi-misi para cawagub. Hal tersebut agar masyarakat bisa mengenal sosok cawagub yang akan mereka pilih nanti.
"Nanti, selain ada pertanyaan komunitas, juga akan ada debat terbuka antar-cawagub dilanjutkan dengan cagub. Cawagub selama ini kan hanya melengkapi cagub saja. Sekarang kita berikan sesi tersendiri. Bahwasanya cawagub kita juga punya visi-misi yang sangat baik," ujar Sumarno di lokasi debat, Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (12/4/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sumarno juga menyebutkan, pada putaran kedua ini, debat dibuat sedikit berbeda dengan debat pada putaran pertama lalu. Para putaran kedua ini, KPU DKI ingin lebih melibatkan langsung masyarakat dalam menajamkan visi-misi serta program para calon. Sumarno menjamin masyarakat yang diundang tidak memiliki afiliasi dengan salah satu calon.
"Debat putaran kedua ini ada sedikit perubahan format dari putaran pertama. Putaran kedua kita ingin langsung mengajak masyarakat untuk mengkonfirmasi atau menajamkan visi-misi program yang disampaikan selama ini," ujar Sumarno.
"Pertanyaan juga sudah disaring sedemikian rupa oleh para panelis dan kemudian mereka bisa mengajukan persoalan keseharian mereka kepada para calon. Ketiga, ada debat terbuka atau dialog di antara calon itu lebih lama dari putaran pertama," imbuhnya.
(bis/elz)











































