"Aksi siram air keras terhadap Novel Baswedan adalah bentuk teror biadab yang ditujukan untuk melemahkan dedikasi dan kinerja Novel dalam pemberantasan korupsi," kata Hendardi dalam keterangannya, Selasa (11/4/2017).
Hendardi mendorong Polri untuk aktif dan segera menangkap pelaku teror tersebut untuk menghindari asumsi-asumsi yang dapat membenturkan Polri dengan institusi KPK oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya belum tahu, apa di KPK ada sistem perlindungan atas personel-personelnya? Jika belum ada, maka peristiwa yang menimpa Novel adalah pembelajaran akan pentingnya security mechanism bagi personel KPK," ujarnya.
Novel diserang sekitar pukul 05.10 WIB tadi pagi, saat berjalan kaki pulang dari masjid usai salat subuh. Dia mengalami luka di kelopak mata kiri dan dahi.
(idh/fdn)










































