Penyiraman Air Keras ke Novel Teror Biadab, Polri Harus Usut

Penyiraman Air Keras ke Novel Teror Biadab, Polri Harus Usut

Idham Kholid - detikNews
Selasa, 11 Apr 2017 10:38 WIB
Penyiraman Air Keras ke Novel Teror Biadab, Polri Harus Usut
Foto: Dok. Istimewa
Jakarta - Ketua SETARA Institute, Hendardi mengutuk penyiraman air keras yang dialami penyidik KPK Novel Baswedan. Hendardi menilai ada upaya untuk melemahkan kinerja Novel.

"Aksi siram air keras terhadap Novel Baswedan adalah bentuk teror biadab yang ditujukan untuk melemahkan dedikasi dan kinerja Novel dalam pemberantasan korupsi," kata Hendardi dalam keterangannya, Selasa (11/4/2017).

Hendardi mendorong Polri untuk aktif dan segera menangkap pelaku teror tersebut untuk menghindari asumsi-asumsi yang dapat membenturkan Polri dengan institusi KPK oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, Hendardi menyarankan KPK untuk memikirkan soal mekanisme perlindungan bagi para penyidiknya yang rentan mengalami teror dan intimidasi. Novel, sebagai penyidik, seperti para pegiat HAM dan pegiat antikorupsi, memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan dari negara.

"Saya belum tahu, apa di KPK ada sistem perlindungan atas personel-personelnya? Jika belum ada, maka peristiwa yang menimpa Novel adalah pembelajaran akan pentingnya security mechanism bagi personel KPK," ujarnya.

Novel diserang sekitar pukul 05.10 WIB tadi pagi, saat berjalan kaki pulang dari masjid usai salat subuh. Dia mengalami luka di kelopak mata kiri dan dahi.


(idh/fdn)


Berita Terkait