Risma Oktaviani (25) mengalami peristiwa yang sangat mendebarkan ketika mengalami penyanderaan dan penodongan di dalam angkot di Jaktim. Bagaimana kisah Risma menghadapi penodongan pada Minggu (9/4) malam itu?
Risma saat itu tengah pulang dari rumah orang tuanya di kawasan Bintara, Bekasi, menuju rumahnya di Rawamangun. Dia naik angkot dari Stasiun Pondok Kopi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah angkutan kota (angkot) KWK T-25 (Rawamangun-Pulogebang) berada di Hotel Mawar Merah di depan Perumnas Klender, ada seorang laki-laki naik angkot. Sehingga di dalam angkot ada tiga penumpang dan satu sopir. Risma menceritakan, laki-laki yang membawa ransel tersebut langsung duduk di sampingnya.
"Seorang laki-laki yang membawa ransel naik dan duduk di samping saya. Nggak lama, dia mengeluarkan pisau dan teriak, 'Mana HP, mana uang lo,'" kata Risma.
Setelah itu, salah satu penumpang perempuan yang berada di samping laki-laki tersebut panik, lalu menyerahkan telpon seluler kepada pelaku. Lanjut Risma, saat posisi angkot yang ditumpanginya berada di lampu pengatur lalu lintas Buaran, Jl Gusti Ngurah Rai, sopir dan semua penumpang keluar. Namun, ketika ingin keluar dari angkot, Risma ditarik oleh pelaku karena posisinya paling dekat.
"Saat mau turun, saya ditarik ke belakang oleh pelaku. Karena memang posisi laki itu disamping saya. Saya mau keluar juga nggak bisa," paparnya.
Tak lama kemudian, angkot tersebut dikerumuni massa dan massa mulai memecah kaca angkot tersebut. Polisi (Aiptu Sunaryanto) yang kebetulan melintas lalu mendekat ke arah angkot dan bernegosiasi dengan pelaku. Risma pun mencoba terus menahan pisau yang ditodongkan ke lehernya sehingga membuat beberapa luka sayatan di tangan hingga dagu.
"Nggak tahu ya berapa lukanya. Saya nahan setiap kali polisi mau maju. Sambil saya digeser ke kanan ke kiri, saya pasrah," terangnya.
Hingga pada akhirnya terdengar suara tembakan yang membuat kuping Risma mendengung. Karena saat itu Risma mengaku sudah lelah dan lemas, dia tak begitu ingat siapa yang menariknya keluar dari angkot tersebut.
"Saya ditarik, entah siapa yang menarik, saya nggak tahu," ucapnya. (ibh/rvk)










































