"Jakarta Barat dan Jakarta Utara selalu menjadi tempat kami harus lebih bekerja keras. Pasukan kami, sekarang kami mengajak tim paslon nomor 2 dan KPUD menyisir sama-sama data invalid. Jadi ini bukan semata-mata mau mempersulit proses, tapi kita menghadirkan upaya pemilih yang jujur, adil, dan demokratis," kata Sandiaga di sela-sela pertemuan dengan pengusaha startup, di kantor Local.id, Jalan Sultan Iskandar Muda, Jakarta Selatan, Senin (10/4/2017).
Sandiaga mengatakan penyisiran DPT bermasalah akan menguntungkan semua pihak. Ia berharap finalisasi DPT dapat sesuai dengan harapan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya diberitakan, tim sukses Anies Baswedan-Sandiaga Uno menemukan sekitar 15 ribu pemilih ganda di daftar pemilih tetap (DPT) putaran kedua. Temuan ini didasarkan pada penyisiran yang dilakukan oleh tim pemenangan beberapa hari ini.
"Jadi jumlah DPT yang masuk, lakukan penyisiran, kami pada hari ini menemukan DPT ganda. Di Jakarta ada 15 ribuan. Saya beri contoh di Jakarta Utara ada 2.333," ujar Wakil Ketua Tim Pemenangan Anies-Sandi, M Taufik, di Jl Cicurug No 6, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (9/4).
Taufik kemudian mencontohkan beberapa DPT ganda yang ada di Jakarta Utara. Ada nama orang yang ditemukan berjumlah dua di Pejagalan, Jakut.
"Wong Kendra Wijaya di penjaringan, ada namanya di TPS 8 dan TPS 9. Ada misalkan juga di Pejagalan. Lie Siauw Kiok itu juga ganda, alamatnya di Jembatan Dua," tuturnya.
Sunter Agung dan Pluit menjadi wilayah yang paling banyak di Jakut dengan jumlah pemilih ganda di atas 200. Selain itu, Taufik berharap soal DPT ini dapat dijalankan dengan baik karena itu dasar dari pelaksanaan pilkada yang baik. (fdu/imk)











































