"Kita nggak ada kubu, nggak ada salah. DPD cuma satu, tidak ada kubu," ujar OSO di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (10/4/2017).
Menurut OSO, persoalan Hemas yang masih mengaku sebagai pimpinan DPD hanya urusan pribadi. Tidak ada instansi yang mempunyai dualisme.
"(Kubu Hemas) itu bukan kubu, itu pribadi. Jadi jangan campurkan antara instansi yang disebut lembaga tinggi negara. DPD ya saya ada di sini, Anda lihat sendiri, nggak ada ribut, nggak ada apa. Yang ribut orang luar, ya biarin aja," tutur OSO.
OSO akan dengan senang hati menyambut Hemas dan Farouk serta kubu yang kontra terhadap kepemimpinannya jika ingin kembali bekerja sama. Dia juga meminta konflik ini segera diselesaikan karena merasa kasihan terhadap rakyat di daerah.
"Itu nggak perlu dirangkul, itu kewajiban kok. Itu dia diutus oleh daerah untuk mengabdi kepada negara melalui lembaga, jadi nggak perlu harus dibujuk, negarawan nggak begitu," tuturnya.
"Jadi sudahlah, selesai sampai di sini. Sekarang saya minta ayolah, kasihanilah rakyat di daerah, jangan berdebat nggak karuan, padahal ini lembaga tinggi negara yg bersih dan jangan lagi mendiskreditkan seolah-olah mereka-mereka ini yang benar, berbuat salah, cukuplah," tuturnya. (gbr/tor)











































