DetikNews
Kamis 06 April 2017, 11:10 WIB

Sidang Korupsi E-KTP

Bantah Terima Jutaan Dolar AS, Anas: Itu Fiksi, Itu Fitnah

Haris Fadhil, Audrey Santoso - detikNews
Bantah Terima Jutaan Dolar AS, Anas: Itu Fiksi, Itu Fitnah Anas Urbaningrum /Foto: Agung Pambudhy
FOKUS BERITA: Sidang Lanjutan e-KTP
Jakarta - Mantan Ketua Fraksi Partai Demokrat Anas Urbaningrum membantah menerima duit jutaan dolar AS terkait proyek e-KTP. Berulang kali ditanya, berulang kali Anas menegaskan bantahannya.

"Yang saya tahu (proyek e-KTP) adalah program pemerintah untuk memperbaiki administrasi kependudukan nasional, dan ada arahan dari ketua dewan pembina Partai Demorkat yang saat itu jadi presiden agar semua program pemerintah didukung oleh Fraksi Demokrat dan partai koalisi. Yang saya tahu soal kebijakkannya, kalau pengadaannya saya nggak tahu Yang Mulia," ujar Anas bersaksi dalam sidang lanjutan perkara korupsi e-KTP di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jl Bungur Besar, Jakarta Pusat, Kamis (6/4/2017).


Anas saat ditanya majelis hakim membantah pernah ikut dalam pembahasan e-KTP di DPR. Karena itu Anas mengklaim tidak pernah memberikan arahan dalam pembahasan anggaran.

"Tidak ada, tidak ada atensi khusus, karena waktu itu tidak ada laporan yang perlu atensi khusus," sambungnya.

"Terkait program e-KTP Anda pernah menerima sesuatu?" tanya hakim.

"Tidak pernah," ujarnya.

"Uang?" lanjut hakim.

"Tidak," tegas Anas.

"Kami ada sumber info bahwa anda dapat?" kata hakim bertanya lagi.

"Itu bukan fakta, itu fitnah, itu fiksi dan fitnah," jawab Anas.

"Anda yakin?" tanya hakim.

"Sangat yakin," kata Anas.

Baca juga: Nazar: Ada Komitmen Rp 500 Miliar dari Andi Narogong untuk Anas

Sebelumnya mantan Bendum Demokrat M Nazaruddin membeberkan bagi-bagi duit proyek e-KTP yang juga mengalir ke Anas Urbaningrum. Nazar menyebut adanya komitmen Anas dengan pengusaha Andi Narogong yang nilainya mencapai Rp 500 miliar untuk mengawal anggaran e-KTP di DPR.

"Waktu itu Mas Anas ada keperluan untuk maju jadi ketua umum, ada komitmen sekian persen dengan Andi. Waktu itu Rp 500 miliar rupiah, tapi ada juga dikasih pakai dolar. Awalnya Rp 20 miliar dikasih," kata Nazaruddin bersaksi dalam sidang lanjutan e-KTP di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jl Bungur Besar, Jakarta Pusat, Senin (3/4).

Duit untuk Anas menurut Nazar diserahkan kepada stafnya di fraksi yakni Eva Ompita Soraya. Duit kemudian digunakan untuk akomodasi hotel dan membiayai pertemuan-pertemuan terkait Kongres PD. "Habis Rp 20 miliar" sebutnya.

"Itu Rp 20 miliar bagian dari Rp 500 miliar yang sudah dijanjikan. Selain Rp 20 miliar ada lagi?" tanya hakim.

"Ada dikasih bulan itu dekat akhir 2010 ada 3 juta dolar," jawab Nazar.




(fdn/dhn)
FOKUS BERITA: Sidang Lanjutan e-KTP
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed