DetikNews
Rabu 05 April 2017, 17:09 WIB

PN Jakbar Tunda Sidang Kasus Siswa SD yang Meninggal Saat Renang

Cici Marllina Rahayu - detikNews
PN Jakbar Tunda Sidang Kasus Siswa SD yang Meninggal Saat Renang Keluarga Gaby sebelum sidang (Helda/detikcom)
Jakarta - Pengadilan Negeri Jakarta Barat (PN Jakbar) kembali menunda sidang kasus tenggelamnya siswi sekolah Global Sevilla, Puri Indah, Jakbar, Gabriella Sherly Howard (Gaby). Orang tua Gaby, yang telah hadir di ruang sidang, berharap sekolah mengaku lalai.

Ketua majelis hakim Matauseja Erna Marylin mengundurkan jadwal sidang ke-6 pada Selasa (18/4/2017) mendatang karena beberapa hal, yakni faktor waktu dan kurangnya saksi yang dihadirkan.

Orang tua Gaby memasuki Ruang Sidang 8 Purwoto Gandasubrata, PN Jakbar, di Jalan Letjen S Parman Kavling 71, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (5/4) sekitar pukul 14.00, ditemani jaksa penuntut umum (JPU) Sulvia Triana Hapsani. Ikut pula seorang saksi, Arjuna Sumarto, selaku paman Gaby.

Seusai sidang, Asip (ayah Gaby) dan Verayanti (ibu Gaby) berharap pihak sekolah turut bertanggung jawab atas kematian Gaby.

"Mereka (sekolah) harus bertanggung jawab atas kematian anak kami. Apakah tanggung jawab hanya sebatas biaya makam? Gaby ini seorang manusia, bukan binatang, mereka minta maaf ini sebagai musibah," kata Asip.

Asip mengatakan pihaknya akan menuntut sekolah atas kelalaian yang terjadi. Menurutnya, sekolah harus paham untuk bertanggung jawab ketika dititipi anak oleh orang tua.

"Kami akan menuntut karena mereka lalai, supaya kasus Gaby ini bisa menjadi pembelajaran. Kasus Gaby ini buat pembelajaran, peringatan. Supaya jangan seenaknya-enaknya begitu kejadian dibilang musibah," ucapnya.

Sebagaimana diketahui, Gaby meninggal dunia setelah tenggelam di kolam renang Global Sevilla, Puri Indah, Jakarta Barat, pada 17 September 2015. Dalam kasus ini, polisi menetapkan guru olahraga Gaby yang bernama Ronaldo Laturette sebagai tersangka. Ronaldo dijerat Pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang mengakibatkan orang mati.

Pada sidang sebelumnya, Ronaldo sempat bersimpuh meminta maaf kepada kedua orang tua Gaby. Ronaldo berdiri dari kursi tergugat dan menghampiri orang tua Gaby.

"Maafkan saya atas apa yang saya lakukan. Saya minta maaf karena lalai dalam tugas. Ketika kejadian, saya juga shock, pakaian saya pun basah ketika saya menyelamatkan Gaby. Sekali lagi, saya minta maaf," kata Ronald dengan nada lirih.
(asp/asp)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed