"Nah ini supaya konkret, jadi kita punya pegangan dalam toleransi," kata KH Syukron Makmum, pimpinan Pondok Pesantren Daarul Rahman, Jakarta.
Hal tersebut disampaikan Makmun, yang mewakili para ulama, saat jumpa pers setelah bertemu dengan Presiden Jokowi di kantor Presiden, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (4/4/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya juga katakan bahwa dalam Islam ini orang kafir itu sama. Ada orang kafir yang disebut kafirun harbi, kafir yang memerangi kita, membunuh kita, memerangi kita, menyakiti kita, itu lain lagi persoalannya. Kita jawab yang seimbang dengan dia. Tapi ada orang kafir yang ini kurang disiarkan kiai, orang kafir yang disebut kafir dzimmi. Kafir dzimmi itu orang kafir yang hidup rukun, damai rukun dengan orang Islam. Maka kita wajib melindungi dia, baik jiwanya, hartanya, dan kehormatannya. Ini namanya toleransi Islam," tutur Makmun.
Saat bertemu dengan Presiden Jokowi tersebut, para kiai juga menyampaikan soal jihad.
"Dan kiai-kiai sudah menyampaikan tadi, kiai dari Bandung menyampaikan soal jihad, jihad tarbawi, jihad ekonomi, jihad sosial, supaya kita itu jihad bekerja keras. Kiai-kiai kita dari Bandung pekerja keras mendidik anak supaya anak itu mempunyai iman kepada Allah."
"Dan kiai dari Ujung Pandang mengeluarkan lagi iman ini sangat penting. Karena Rasul bersabda. Dan tidak nyolong kalau bahasa kampungnya, tidak korupsi, orang yang korupsi itu tidak beriman kepada Allah, tidak bakalan, ketika korupsi imannya copot. Ini dari kita para ulama menyampaikan unek-uneknya. Dan kemudian dalam keadilan sosial mudah-mudahan di mana kekayaan yang timpang ini menjadi keadilan sosial yang merata kepada seluruh rakyat Indonesia, agar kekayaan negara dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia, bukan oleh segelintir bangsa Indonesia," ucapnya.
Makmun mengatakan, saat pertemuan tersebut, Presiden Jokowi merasa senang atas masukan-masukan yang diberikan oleh para ulama.
"Disampaikan para ulama, alhamdulillah Bapak Jokowi dengan tersenyum, dengan terbuka, merasa gembira mendapat informasi dari menyampaikan apa adanya dari para ulama tidak akan berbohong tidak terjadi lihat di rakyat. Kita sampaikan alhamdulillah Pak Jokowi menerima, dan insyaallah dia ketik sendiri, dia sendiri, supaya tidak lupa, didampingi oleh Bapak Wiranto, Bapak Menteri Agama. Mudah-mudahan ada kelanjutannya," katanya. (rjo/fjp)










































