Busyro dan Samad Minta SP-2 Novel Baswedan Dicabut

Busyro dan Samad Minta SP-2 Novel Baswedan Dicabut

Nur Indah Fatmawati - detikNews
Kamis, 30 Mar 2017 20:16 WIB
Busyro dan Samad Minta SP-2 Novel Baswedan Dicabut
Novel Baswedan (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Mantan pimpinan KPK Busyro Muqoddas dan Abraham Samad meminta KPK mencabut surat peringatan kedua (SP-2) kepada penyidik senior Novel Baswedan.

"Saya selaku alumnus KPK merespons dengan sangat berita di media bahwa pimpinan KPK sedang mengambil proses untuk meninjau kembali SP-2 itu. Tentu saja itu perlu dikonkretkan untuk dicabut. Alasan yang sesungguhnya bukan persoalan kritis yang bisa dijadikan alasan untuk mengeluarkan SP-2," kata Busyro di gedung KPK, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (30/3/2017).


Menurut Busyro, peran Novel sangat dibutuhkan di KPK untuk menangani perkara korupsi. Pendapat yang sama soal Novel diutarakan Samad.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau bisa SP-2 itu dibuat karena kita lihat alasan hukum yang kuat. Jadi mengimbau untuk dikaji ulang. Untuk menurunkan SP-2 itu belum memenuhi hukum yang kuat," ujar Samad.

Baca juga: KPK Masih Mempertimbangkan Cabut Peringatan Kedua untuk Novel

Dari informasi yang dihimpun, pimpinan KPK berpikir ulang mencabut SP-2 itu. Kabiro Humas KPK Febri Diansyah enggan membeberkan kebenaran hal itu. Dia hanya menyebut banyak hal yang tengah dipertimbangkan.

"Sejauh ini, informasi yang kami terima, sejumlah aspek sedang dipertimbangkan," ujar Febri.

Sebelumnya, Novel mengamini adanya SP-2 itu. Namun ia menolak berbicara soal alasan dia diberi peringatan.

"Tanya ke pimpinan saja, saya tidak ingin concern ke sana. Saya concern ke pekerjaan saja," ujar Novel.

Adapun pimpinan KPK mengaku belum tahu atau tidak menjawab tentang adanya SP-2 itu di tengah bergulirnya kasus dugaan korupsi proyek e-KTP. Novel merupakan penyidik KPK senior yang menangani berbagai kasus, termasuk dugaan korupsi e-KTP. (fdn/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads