"Biayanya sekitar Rp 135 miliar, untuk perbaikan darurat dan permanen," ujar Basuki di Cisomang, Purwakarta, Jawa Barat, Senin (27/3/2017).
Jembatan Cisomang mengalami pergerakan pada 23 Desember 2016. Akibatnya, Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, PT Jasa Marga, dan Polri melakukan komunikasi untuk memperbaikinya. Target perbaikan adalah tiga bulan.
"Pada 23 Desember 2016, setelah ada gejala pergerakan dan dibatasi hanya kendaraan golongan I. Setelah itu, kita lakukan perbaikan dan dibantu oleh pihak Korlantas, Perhubungan, dan Jasa Marga," lanjut Basuki saat memberi keterangan kepada awak media.
"Selama tiga bulan kita diawasi oleh monitoring robotic system. Tanggal 1 April 2017 tepat pukul 00.00 WIB sudah dibuka," tutupnya.
Senada dengan Basuki, Direktur Utama PT Jasa Marga, Desi Arriyani, menyebut biaya perbaikan Jembatan Cisomang lebih dari Rp 135 miliar.
"Biayanya sekitar Rp 135-150 miliar. Ini untuk dua tahap," kata Desi. (lkw/idh)











































