"Kasus KTP elektronik tidak akan membuat Partai Golkar tumbang meski sejumlah nama kader dan pesohor Partai Golkar disebut-sebut dalam kasus tersebut. Eksistensi Partai Golkar akan selalu terjaga. Partai berlambang pohon beringin ini tak akan pernah terbelah," tegas Bambang kepada wartawan, Senin (27/3/2017).
Baca Juga: Bisik-bisik soal 3 Faksi di Partai Golkar
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apa yang tengah dihadapi Partai Golkar saat ini tak lebih dari sebuah ujian zaman. Karena di tubuh partai politik selalu ada masalah dan sarat kepentingan kelompok. Termasuk soal suksesi yang berjalan normal melalui musyawarah nasional atau lewat musyawarah nasional luar biasa. Parpol lain pun akan mengalami ujian yang sama," ujar dia.
Baca Juga: Golkar Dikaitkan dengan Kasus e-KTP, Kader Muda Desak Munaslub
Bambang mengatakan bukan kali ini saja Golkar diterpa isu miring. Dia menegaskan antara DPP (pengurus pusat) dan fraksi di DPR tetap solid.
"Padahal sejatinya kami, baik di Dewan Pimpinan Pusat (Slipi) maupun di Fraksi (Senayan) kompak saja. Ada riak-riak, tapi itu tidak berarti," ucapnya.
Bambang juga menyebut Golkar sudah lelah dengan pertikaian yang berkepanjangan dan berkomitmen menjaga keutuhan partai. Meski sempat dipandang sebelah mata karena dinamika partai, nyatanya Golkar tetap solid.
"Kami sepakat untuk tetap menjaga dan menomorsatukan keutuhan partai. Kami telah lelah dengan pertikaian tajam yang berkepanjangan yang pernah dialami partai ini sehingga beragam komentar dan prediksi pun bermunculan. Saat itu banyak pengamat mengatakan kekuatan Partai Golkar diprediksi meredup, sehingga tak mampu berbuat banyak pada Pemilihan Umum 2019. Faktanya, di bawah kepemimpinan Setya Novanto, Partai Golkar memenangi pertarungan 101 pilkada serentak 2017 hampir 60 persen," ujar Bambang.
Ketua Komisi III DPR itu optimistis kasus dugaan korupsi e-KTP tidak akan merobohkan Golkar. Dia yakin kasus itu tidak berpengaruh pada soliditas partai.
"Apakah badai yang mengguncang Partai Golkar tahun 1999 sama dahsyatnya dengan badai saat ini? Jelas tidak, bahkan sangat berbeda. Saat ini Partai Golkar dari pusat hingga daerah sangat kompak. Rapat konsultasi di Bali pekan lalu yang melibatkan Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar dan dewan pimpinan daerah tingkat I seluruh Indonesia telah membuktikan bahwa kasus KTP elektronik tidak berpengaruh pada soliditas partai. Kesadaran kolektif yang terbangun membuat guncangan kasus KTP elektronik itu berdaya rusak kecil. Partai Golkar tidak akan terbelah, apalagi tumbang," tegasnya.
Dia menyebut semua kekuatan politik di Indonesia mengakui Golkar sebagai parpol yang besar, kuat, dan sarat pengalaman. Bambang mengatakan struktur organisasi Golkar mampu merespons tantangan zaman dengan sigap dan tepat.
"Pengakuan itu benar adanya. Karena itu, Partai Golkar akan mampu menyelesaikan persoalan internalnya, termasuk guncangan kecil yang sedang dihadapi partai saat ini," ucapnya.
Dia yakin semua unsur kekuatan di Golkar akan duduk bersama mencari dan merumuskan penyelesaian masalah dengan semangat musyawarah mufakat. Bambang menyebut kabar potensi terbelahnya Golkar hanya sentimen yang diembuskan kubu pesaing.
"Semua unsur kekuatan utama di tubuh Partai Golkar pada akhirnya nanti akan duduk satu meja, mencari dan merumuskan format penyelesaian masalah yang dilandasi semangat musyawarah dan mufakat. Sentimen tentang potensi terbelahnya Partai Golkar yang terus diembus-embuskan para pesaing Golkar yang tidak ingin Partai Golkar menang di Pemilu 2019 dan menjadi pendukung utama pencalonan presiden Jokowi pada Pilpres 2019 akhir-akhir ini harus dilihat sebagai ancaman yang justru harus dihindari oleh semua faksi di tubuh partai. Dengan begitu, jelas bahwa Golkar sejatinya tidak pernah terbelah," tutupnya. (ams/imk)











































