DetikNews
Senin 27 Maret 2017, 15:36 WIB

Tidur di Musala Cilandak, Ken WN Inggris Sempat Dicurigai Teroris

Arief Ikhsanudin - detikNews
Tidur di Musala Cilandak, Ken WN Inggris Sempat Dicurigai Teroris WNA Inggris Ken (Istimewa)
Jakarta - WN Inggris, Kenneth William Carl (59) atau akrab disapa Ken, yang telantar di Jakarta Selatan dilaporkan warga sering menginap di musala. Karena kebiasaannya, warga sempat beranggapan bahwa Ken teroris yang menyamar sebagai pengemis.

Ken diselamatkan oleh petugas Pelayanan, Pengawasan, dan Pengendalian Sosial (P3S) Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan di musala Jalan BDN 1, Cilandak Barat, Jakarta Selatan, pada Sabtu (25/3/2017).

"Laporan warga bahwa sering tidur di musala. Ada anggapan yang bersangkutan teroris, sering minta-minta, jangan-jangan orang ini menyamar, sehingga warga lapor ke Sudin Sosial Jaksel," ujar Kepala Panti Sosial Bina Insan (PSBI) Kedoya Masyudi di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (27/3).

Ken sebelumnya bekerja sebagai konsultasi keuangan. Dia berhenti bekerja karena masa pensiun serta kehabisan uang lantaran harus membiayai istrinya berobat. Ken masih memiliki paspor hingga 2023.

(Baca juga: Pengakuan Ken, WN Inggris yang Telantar dan Menggelandang di Jaksel)

"Paspornya masih aktif sampai tahun 2023. Dia sudah keluar satu lalu tahun dari tempat kerja," kata Masyudi.

Ken ditemukan dalam kondisi cukup terawat. Bahkan Ken masih memiliki ponsel untuk berkomunikasi dengan keluarga.

"Nggak terlalu gembel-gembel banget, ini masih bisa terawat. Dia punya HP Samsung untuk bisa komunikasi dengan keluarga," ucap Masyudi.

Namun Ken hidup di Jakarta dengan kondisi luntang-lantung. Masyudi mengatakan pihak kedutaan besar Inggris di Indonesia tidak pernah membantu Ken.

"Pihak kedutaan tidak pernah bantu atau jual barang yang di Inggris," ucap Masyudi.

Pihak panti sosial akan mencoba berkomunikasi dengan kedutaan besar Inggris di Indonesia. Masyudi akan membantu memulangkan Ken ke negeri Ratu Elizabeth tersebut.

"Kita kerja sama dengan kedutaan. Hari ini akan coba komunikasi, kita harus pulangkan," tutur Masyudi.
(dkp/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed